Subscribe Us

Responsive Advertisement

Advertisement

Aku yang Mencintaimu, Bukan Dia

Assalamu'alaikum..


Postingan kali ini di Blog saya adalh tentang cerpen yang pernah saya buat sewaktu SMK. Yuukkk intip sebentar ::"





"Aku yang Menyukaimu,Bukan Dia ."
====

“Hei, Cika ?  tumben kamu berangkat sekolahnya awal banget “Sapa Rara.
Iya nih gue kemarin dimarahi Guru BP. Sebenernya kalau gak kepaksa males banget gue berangkat jam 06.00 WIB.

Tiba-tiba Angga datang ,baru saja sampai di depan pintu, ocehan Angga yang keras itu seakan-akan merusak telinga teman-temannya.
”Cika udah berangkat belum!!!,Tuh anak jadi rekor siswa terlambat lagi. Mana tuh anak, gue kan malu jadi ketua kelas kalau ada anak kelas ini yang aktif ngisi jurnal BP.” 


Dengan cepat Cika menghampiri Ketua kelas Sok tahu itu.Gue udah berangkat nih,puas loe. Jadi cowok ko comel banget.
Udah tahu gue rumahnya jauh, kirim motor ke atau taxi buat jemput gue. Nanti kan gue gak terlambat lagi”. Ucap Cika dengan nada marah. 
Enak di loe kali Cik, gue aja yang jauh bela-belain dateng ke sekolah lebih awal”. Sahut Angga. Belum selesai mereka saling berargumen, Bu Fitri datang.


Wah kali ini guru tomboy itu kasih info yang bener-bener bikin anak didiknya kesenengan. So, semua siswa pasti suka berita ini. ”Hari ini kalian belajar sendiri yah, Ibu ada meeting di Kantor Dinas jadi ulangan matematika diundur” .
“Horeeeeeeee” teriak siswa penuh gemuruh. Ya Ibu, kalau bisa yang lama ya Bu..hahahah ucap salah seorang siswa.

Guru itu lalu pergi. Suasana kelas sangat ramai, ada yang ngobrol, nonton film di lapto, jajan ke kantin, pokoknya macem-macem deh.



Terlihat dua orang siswa dibawah kipas angin berbincang-bincang. ”ehem, siapa tuh Ra,”suara cika mengagetkan Rara. ”Apaan sih,mana?” balas Rara.
“Itu,loe kak Ali, cie-cie senyum-senyum nih” ejek Cika kepada Rara.
“Ganteng banget Cik,udah manis,pinter rajin ibadah lagi.Ya Alloh ciptaan Engkau sungguh sempurna. ”Rara memang sudah menyukai kakak kelasnya itu sejak dulu,tapi yang ia rasakan bagaikan lagu ciptaan Ungu yang “CINTA DALAM HATI” gitu lahh...


Suatu ketika, Sehabis shalat dhuhur dilihatnya kak Ali diatas  teras lantai dua depan perpustakaan. Rasa gerogi langsung menghampiri Rara.”Ya Alloh,ini bener gak sih tadi kak Ali lihatin aku. Atau ini Cuma perasaan aku aja. Aku ke GR-an apa yah, mana mungkin dia naksir sama cewek pendiem kayaaku. Ya Alloh andai aja dia suatu saat nyapa nama aku sekali aja juga gk papa kok.”

“Ra,loe deg-degan yah lihat pujaan hati loe diatas sana..”Sapa cika.
Apaan sih Cik, biasa aja.”Aku berusaha menyembunyikan perasaan hatiku yang sebenarnya kepada Cika.”

Tak terasa bel pulang sekolah berbunyi. Rara bergegas pulang ke kos-kosannya. Kebetulan Rara ngekos, karena jarak sekolah dan rumahnya sangat jauh. “Assalamu’alaikum”  Rara mengucap salam. Baru dia membuka pintu , dilihatnya ruang tamu itu, banyak temen kos-nya yang udah kumpul untuk menonton acara Tv Horor. ”Eh, Rara baru pulang, sini lihat film horor rame-rame. Tenang aja kali film nya horor romantis kok.”Ucap Tari.


“gak mau lah , aku kan paling takut nonton film horor, jadi gk bisa tidur. ”Balas Rara.
“Gw ada berita penting buat loe Ra,ini soal kak Ali cowok cool, pinter and alim di sekolah kita.”

Suara itu sontak mengagetkan Rara. ”Emang berita apaan sih aku jadi penasaran”
“Gini loh Ra, kak Ali yang kata kamu ganteng banget itu ternyata sms-an sama temen aku Tiar ? Kamu kenal Tiar kan.




“Aku gk tahu apa yang harus aku katakan. Hati aku benar-benar hancur, darah aku seperti berhenti. Ya Alloh kok beritanya nyakitin aku banget. ”Rara pura-pura menyembunyikan apa yang dirasa baginya membayangkan saja ia seakan-akan kehilangan sosok kak Ali dari hidupnya. ”Ah, aku tahu lah, kan Tiar juga sempet kenal sama aku. Emang Tiar dapet nomor ponselnya dari mana Tar?”

“Katanya minta ke temennya kak Ali, aduh masa SMS-nya pake mamas sama dede . Terus waktu itu juga ketemuan di tangga kelas atas.”
”Cukup Tar, jangan di terusin sakit banget aku dengernya. Telinga aku panas dengernya, jantungku berdegup kencang banget sih, aku tau sih dia bukan siapa-siapa aku tapi, aku udah terlanjur berharap banyak.” Ucap pelan Rara di dalam hati.
      
Bergegas Rara minta izin ke kamarnya. Malam harinya sewaktu akan tidur, Rara menangis di dalam lamunnya. ”Tega banget sih Al, kamu SMS-an sama temen aku sendiri. Aku tahu, aku ini bukan siapa-siapa kamu. Dan itu hak kamu SMS-an sma siapa yang kakak sukai. Tapi gak harus sama temen aku sendiri kan ? 

Aku pikir kamu berbeda, kamu tipe aku.Tapi nyatanya?? kamu sama seperti mereka semua. Aku bener-bener gak habis pikir, cowok yang selama ini aku kagumi SMS-an sama cewek yang juga sahabatku sendiri. Aku janji kak Al, aku akan lupain kamu.”Air mata Rara menetes diatas bantalnya.

Keesokan harinya saat disekolah, Ia cuek banget waktu berpapasan dengan kak Ali, rasa gugup yang sering dialami hilang begitu saja. Rara kini lebih Percaya diri berjalan melewatinya. Dan kini Rara menjadi fokus untuk memikirkan belajarnya dari pada memikirkan orang yang belum tentu menyukainya.

Rara hampir saja menangis saat menceritakan ini kepada Cika. Tapi, ia tidak pernah menyesal pernah mencintai Ali, karena mengenal Ali, Rara menjadi pribadi yang lebih baik.Walau entah sampai kapan Ali akan menyadari kehadiran dirinya.
Semua perasaan yang ia rasakan ditulis dalam lembaran harian biru yang menjadi tempat curahan isi hatinya. 

“Kak Ali, Rara seneng pernah ketemu kakak, lihat senyum kakak dan menjadi orang yang mencintai kakak.Tapi ini sudah berbeda, kakak salah menebak orang yang mencintai kakak. Bukan dia yang mengharapkan kakak , tapi aku Aku.. yang menunggu kakak .Tapi kenapa ????...
“Kenapa Kak Ali gak pernah lihat aku sedikitpun. Aku berjanji akan lupain kakak. Mungkin ini bukan awal yang baik untuk kisah remaja aku.Tetapi aku yakin jika Tuhan mengizinkan, pasti jodoh akan bertemu.Walaupun pertemuan itu akan menyakitkan bagi aku. You is the best and you are remember me in my life.”


By ; Dua Jendela/2018
Terima Kasih,semoga bisa mengambil sisi baiknya guys...

Posting Komentar

0 Komentar