Assalamu’alaikum Netizz,,,
Postingan cerpen ke-3 gua nih,dan dibuat tahun 2015 tanggal 24 April.
Kali ini tentang pencarian jati diri dan naik turunnya energi dalam diri.
Masa-masa dimana anak seusia remaja labil,emosi dan egoisme tingkat tinggi....
Semoga bermanfaat GESS
Kali ini tentang pencarian jati diri dan naik turunnya energi dalam diri.
Masa-masa dimana anak seusia remaja labil,emosi dan egoisme tingkat tinggi....
Semoga bermanfaat GESS
Salam semesta damai, Lilis Setiani 19;16 WIB Jakarta
SIAPA SIH AKU INI ??
Kata orang takut itu pengecut.. payah dan pecundang...
Tapi bagaimana jika ketakutan itu timbul karena tekanan kuat dari lingkungan sekitar yang mengharuskan kita untuk menutup mulut rapat-rapat.
Salsa, teman-teman biasa memanggilnya dikelas. Dia paham betul perasaan tertekan yang dialaminya dari kelas satu SMA. Teman-temannya jauh berbeda dengan dirinya. Salsa adalah anak yang lebih mengedepankan pendidikan daripada mengobrol untuk hal-hal yang tidak penting.
Tapi, dari sifat inilah ketakutan akan kehilangan predikat membuatnya dihantui rasa cemas yang teramat sangat.
Bagaimana tidak , Ia biasa menghabiskan waktunya di sekolah untuk melakukana segala hal yang ia bisa. Disaat teman-temannya asik jajan, Ia justru menyibukan diri membaca buku di lorong perpustakan. Ia tak pandai berkomunikasi dengan orang lain, tapi ia mampu membuat 1000 kepercayaan orang lain akan kemampuan yang ia miliki.

Ia selalu mencoba berani menapakkan kakinya dan bersikap tegap untuk memberi rasa percaya pada dirinya sendiri. Selalu berprinsip berani karena mereka adalah orang yang tidak suka denganmu,itulah Salsa.
Bagi Salsa, orang yang membicarakan orang lain dibelakang berarti itu tanda kita sudah di depan mereka.
Dan orang – orang yang berusaha merendahkan kita, itu tandanya kita sudah berada diatas.Kadang Salsa merasa “krisis pede”.
Bagaimana tidak, hidup di negara yang serba instan mengharuskan semua orang harus pandai-pandai mengikuti perkembangan zaman. Sementara Salsa hanya berpangku pada usaha keras dan jarang menulis harian lewat sosmed.
Salsa merasa hari-harinya di sekolah seakan-akan tidak diinginkan banyk orang. Tapi tidak bagi guru-gurunya. Yah, guru di sekolah Salsa sangat mempercayainya untuk mengerjakan dan meng-amanahkan semua tugas penting kepadanya.
Tapi seiring berjalannya waktu, Salsa mulai mengubah sikapnya menjadi pribadi yang lebih aktif. Kenapa ???
Karena Ia sadar hidup dengan ilmu saja tidak akan membuat kebahagiaan akan muncul. Tapi kita harus mau bersosialisasi dengan orang lain. Dengan ilmu yang kita miliki pula, kita harus mampu menggunakannya untuk menambah banyak saudara.
Akhir dari kisah Salsa adalah ketika 3 tahun menempuh pendidikan, Ia dinyatakan LULUS dengan nilai yang sangat baik sekaligus memperoleh beasiswa di universitas yang diinginkannya. Dan ia banyak mendapat motivasi dari berbagai organisasi maupun orang-orang didekatnya agar selalu giat mencapai prestasi untuk mengembangkan negeri ini.
Jadi kita adalah manusia yang terlahir dengan keberuntungan. Setiap dari kita harus ada tekad dan kemauan bila ingin mengubah nasib menjadi lebih baik lagi.
Allah menjelaskan dalam surah Ar- Radd ayat 11 yang artinya :
” Allah SWT tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai ia mau mengubahnya sendiri.”
Jadi kita harus menjaga keharmonisan antara ilmu yang di dapat dengan pergaulan yang santun pula. Dengan begitu, semua rasa senang akan menghampiri dengan sendirinya. Selain itu, kita juga harus berusaha dengan maksimal , jangan malas-malasan tetapi semua hasilnya kita serahkan kepada Allah SWT.
Ditulis Oleh : Lilis Setiani
Kamis, 23 April 2015


0 Komentar