Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulillah, pada kesempatan yang baik ini dan setelah aku menyelesaikan bacaanku untuk sebuah buku yang sangat menginspiratif. Dengan penggunaan bahasa yang simple, mudah dipahami tapi juga ikut mengena di hati para pembacanya, khususunya aku (Lilis S) dan tanpa ada kesan menggurui dan cenderung menyadarkan kita tentang sabar itu sangat dekat dengan beruntung.
Buku ini berjudul "Man Shabara Zhafira"
Sebuah buku motivasi, pengingat, keteladanan, sindiran, optimitik dan perjuangan dari seorangg penulis ulung bernama "Ahmad Rifa'i Rif'an".
Buku ini adalah buku pertama karya Kak Fai (biasa beliau disapa) yang aku baca dengan alur dan bahasa yang digunakannya hingga akhirnya aku tertarik dengan buku-buku lainnya dari karya Kak Fai.
Beliau adalah salah satu penulis yang mengispirasiku dan untuk buku-buku lainnya sedang aku targetkan untuk aku miliki untuk kemudian aku baca.
Berikut biodata Kak Fai berdasarkan informasi dari wordpress.com
Nama : Ahmad Rifa’i Rif’an
Lahir : Lamongan, 3 Oktober 1987
Alamat email : ahmadrifairifan@gmail.com
- Namanya Ahmad Rifa’i Rif'an, akrab dengan panggilan Fai. Usia remajanya ia sibukkan dalam dunia pesantren. Ia nyantri di pesantren Miftahul Qulub Lamongan di bawah bimbingan KH. Asyikin Asghori.
Dan kali ini akau akan meriview buku "Man Shabara Zhafira". Temanku bilang, kalau punya anak,keponakan, atau cucu nanti kalau perempuan dikasih nama "Zhafira" dan kalau laki-laki "Shabara".
Jadi sekilas, Zhafira = beruntung, dan Shabara =sabar. Sangat bagus bukan hehhe
Buku "Man Shabara Zhafira" pertama kali aku dapat dari dikasih adeku, pada moment Agustusan.
Buku setebal 261 halaman dengan disertai profil penulis dan buku karya Ahmad Rif'ai lainnya ini telah aku selesaikan dalam waktu seminggu. Terlalu lama memang, karena kau yang selalu menunda-nunda bacaannya. Tapi, setelah selesai, aku punya keinginan untuk memiliki buku Kka Fai berikutnya yang berjudul "Tuhan, Maaf Kami Sedang Sibuk". Aku kira buku selanjutnya, sangat mengandung kritik moral bagi manusia dan kegiatannya di dunia.
Pada bagian pembuka ada kalimat yang sangat bijak, begini bunyinya,
" Kalau bukan karena kesulitan, maka semua orang akan menjadi pahlawan"
(Al Mutanabbi, Penyair Arab)
Sebuah impian sejati akan tercapai dengan keuletan dan kerja keras. Seperti Bill Gates memimpikan microsoftnya. Bahwa Allah SWT menimpakan ujian kepada hamba-Nya sebagai bentuk kasih sayang Allah kepada hamba agar mereka tidak lalai dan terus mendekat kepada -Nya. Inilah sifat Ar-Rahim.
Bagian 2
Bertindak (Action), lakukan semua yang engkau cita dan ciptakan oleh pemikiranmu. Kita takut gagal, takut malu, takut ditertawakan, takut jatuh, takut dikatakan bodoh, hingga pada akhirnya kita pun takut dan terus takut mencoba. Mulai sekarang belajarlah untuk mencoba sesuatu yang menakuti pikiranmu. Do what you affraid to do !!
Bagian 3
Beautiful Life, kita sebagai manusia pasti dan pasti tidak akan mungkin bisa membahagiakan semua orang. Akan ada masalah dan ketidaksukaan atas keberhasilan kita, kebaikan kita, keuntungan kita dan kegigihan kita untuk meyakinkan pada orang. Jika kita paksa untuk meyakinkan dan membahagiakan semua orang, maka kamu tidak akan mendapatkan apa-apa. Jangan dengarkan orang lain yang mencemooh kamu untuk kreativitasmu yang kamu buat sendiri atau kau akan kehilangan semua ide-ide mu dari sekarang.

Bagian 4
Love berikan CINTA. Cinta adalah bentuk ketulusan tanpa memandang segi penampilan, jabatan harta ataupun jumlah materi yang bergelimpangan. Pelayanan yang tulus kepada orang lain baik itu membantu dan mengasihi tidak akan membawa dampak selain kebaikan yang lebih banyak. Dan Allah berfirman, "Tidak ada balasan kebikan selain kebaikan itu sendiri".
Bagian 5
Berdoa dalam segala keadaan, nikmatilah perjalanan hidup dimana suka duka datang silih berganti. Nikmatilah dunia dimana kaya dan miskin saling dipergilirkan. Semoga dalam suka kita bersyukUR dan dalam duka kita bersabar.
Bagian6
Wisdom, kita ini spesial, Allah menciptakan manusia secara unik. Tidak ada manusia yang sama persis sekalipun mereka saudara kembar. Bahkan masalah perasaan dan kehidupan sangatlah berbeda. Pandanglah setiap kekalahan dan kegagalan adalah rencana terbaik Tuhan untuk membekali kita dengan rencana yang jauh lebih baik.
Seperti kisah seorang ATLET yang sudah berencana mengikuti olimpiade, tetapi ia datang terlambat untuk sampai di bandara. Sampai akhirnya ia tertinggal pesawat dan menyalahkan Tuhan. Tetapi apa yang terjadi setelahnya, peswat yang membawa seluruh atlet terbakar dan semua penumpang tidak ada yang selamat. Dari sinilah kita harus tetap berpikir positif, bahwa Tuhan adalah pemilik rencana yang paling baik
Alhamdulillah, Semoga review Buku "Man Shabara Zhafira" menjadi bekal buat kita semua, dan kebaikan apapun hendaklah disampaikan agar ia tidak mengendap dalam pikiran yang entah kapan itu bisa saja hilang bahkan lenyap tiba-tiba.
Jakarta, 25 Agustus 2018 17 :17 WiB
Lilis Setiani







0 Comments