Pertemuan dengan beberapa orang di seputaran hidup di dunia kadangkala aneh dan tidak bisa disangka-sangka. Sejauh ini, media sosial yang katanya dunia maya telah menyedot perhatian pada tumpuan mengenal lalu saling follow kemudian berlanjut dengan pemilikan hak untuk saling berjumpa. Itu sekilas tempatnya, di dunia nyata yang fana. Fana yang rusak, Baqo yang kekal, semuanya disatukan dalam kenikmatan saling mengenal.
Sebagai contoh, ketika kalian suka dengan seorang tokoh motivator ternama. Kalian akan membuka space to make a chat dengan memikuti akun-akun seorang motivator. Jika kalian menyukai dunia sepak bola, maka 80 persen dari akun yang kamu ikuti adalah seputaran itu tidak jauh berbeda dengan minat yang kamu sukai. Sama halnya, dengan seseorang yang menyukai petuah, filosofi, kebijakan rohani dan tokoh berpengaruh lainnya, maka akan muncul feedback mengenai hal-hal tersebut.
Jadi, bagaimana hubungan antara seseorang dengan pikirannya akan berpengaruh juga kepada apa yang ingin ditemui dan dihadapinya kelak dimasa mendatang. I really certain, semua diatur oleh pola pikir dan kuatnya hati. Ketika yang ingin kita dekati adalah seorang musisi, maka ikutilah recommended segaris musik, bakat, dan penyanyi ternama. Lambat laun, kamu akan semakin dekat. Berawal dari dunia maya, jadikan ia sebagai jalan kepada dunia nyata. Tapi tetap perhatikan bahasa, saat mengutarakn kalimat. Karena kalimat itu tetap tinggal disana, tetap bisa terus-terusan dibaca. Beda dengan hanya bicara, yang sekejap saja hilang. Walaupun kadang, ini lebih sering menyakitkan.
Aku belajar dari orang-orang yang telah lama ini aku kenal.
Pertama, aku perhatikan bagaimana mereka dalam memakai kalimat di dunia maya.
Kedua, bagaimana hubungan mereka tentang postingan comment ke teman dan followers lainnya. Ketiga, aku liat kesukaanya melalui apa yang paling dominan di publis ke media.
Sampai akhirnya, aku berani mengatakan "Dia orang baik & aman" dari kalimatnya. Dan beberapa orang sudah melalui pertemuan di dunia nyata. Yah, mereka benar-benar baik dengan porsi cukup. Tidak kurang tidak lebih.
Untuk kalian :
- Mas Beni, Mba Lingga, Mba Nisa, Nayla, Kak Dwi, Salu, dan masih banyak lainnya yang belum aku sebutkan satu persatu.
More Read
Jakarta, 1 Oktober 2019
Lilis Setiani

0 Comments