Subscribe Us

Advertisement

Terlanjur Kecewa

google.com-- (dari mahasiswa)





Saya kira ketika diberlakukannya etika, maka semboyan pengayom, panji-panji yang disumpah dan janji tribrata yang di pegang kuat akan senantiasa menunaikan sikapnya. Sikap yang elegan, berwawasan, tanggungjawab, menjadi pelindung. 
Dua kali saya berhadapan, 2 kali saya berkunjung markas, 2 kali juga saya melaporkan. Tidak ada kejanggalan selain sosok tua yang mulai menggangkap hidupnya sebagai bagian dari negara. Sosok yang tidak semuanya sama, hanya saja memukul rasa secara rata.

Ah nyatanya, hero itu bukan mereka. Justru entah kenapa, takut seringkali muncul apabila melihat dan mendekat raga. Apa ini sambutan pelatihan berkarakter dari tuan?

Apa ini yang dinamakan kepatuhan?
Menunjukan kearoganan, kesewenangan dan kebablasan?
Tuan telah mengecewakan kami sejadi-jadinya. 
Kami terlanjur tidak percaya pada iming-iming tuan. 
Hantaman, dorongan tepat di perut, dada, kepala seolah sudah biasa tuan lakukan?

Nanti, pada waktu yang sama, tuan ataupun generasi tuan akan merasakan serupa. 
Hal pahit karena keterbatasan kami dalam menyampaikan pendapat dan kritisi.
Pengutaraan karena ketidakberhasilan menjalankan amanah, tuan jadikan kami bulan-bulanan.

Ternyata hero memang tentang gatotkaca. Atau tentang gundala. Mereka yang fiktif lebih berkesan daripada senjata tuan yang kadang melemahkan bahkan tak jarang mengikis keroposnya mental. 

Selamat tuan, anda sudah membuat kecewa yang mestinya tidak kau tunjukan. 
Terima kasih sudah menggambarkan dengan  penuh kekuasaan. SELAMAT 👍👍


Jakarta, 25 September 2019
08:35 WIB


Lilis Setiani

Post a Comment

0 Comments