Tumbuh menjadi besar di tempat yang tidak mendukung tidaklah mudah. Keinginan yang kuat dilandasi memori kelam pada masa lalu menjadi tantangan yang silih menghadang. Kamu kuat dengan yang apa tampak dari wajah tulusmu. Kamu hebat dengan pengorbanan yang terekam jelas pada orang-orang di sekitarmu. Kamu adalah ilalang yang terus tumbuh di padang rerumputan. Kamu adalah tambang temali di pusaran angin yang menerbangkan layang-layang. Kamu adalah makhluk berharga dan tak pantas di sia-siakan oleh masalah yang tiba-tiba saja menjadi sejajar dengan saudara. Kamu berhak berjumpa dengan bahagia, dengan ketulusan bahasa dan dengan pelepasan rasa lelah yang kamu rasa tidak kunjung reda.
Ingat hujan?
Kamu adalah perintikan kecil yang jatuh dari atap bernama langit. Lalu berdiam dalam tanah, menyemaikan tanaman dan bunga jalanan. Diatas langit, iyah disana, banyak memang yang ingin menjatuhkan. Bahkan sekadar kemerlap petir yang menjadi teman berjuang, ikut hanyut dalam pelipuran bertepuk tangan. Kamu jangan lelah jatuh, jika jatuhmu akan menjadi nilai bangkit bagi banyak orang. Kamu akan selalu jadi kamu. Dan aku sebagai bagian dari orang yang pernah termotivasi keras dari sosokmu. Biar aku menjadi pendengar, walaupun kadang tidak semua mampu ku dengar dengan pemberian jalan keluar. Biar aku mencoba melukiskan sebanyak kisah yang kamu utarakan, walaupun tak seberapa yang mampu aku gambarkan dengan jelas pada kuas berwarna terang. Biar aku coba menuliskan rentetan petualangan, walaupun sehebat-hebatnya tinta hitam akan luntur juga oleh air mata kesedihan. Biar aku KENANG kamu sebagai seorang kawan yang HEBAT dan PANUTAN !!!
Jakarta, 2 Oktober 2019
To : Retno Rahayu P.
From me : Lilis Setiani

0 Comments