Subscribe Us

Advertisement

Banjir Jakarta - Rabu, 25 Februari 2020


Lokasi : Mangga Besar V, Jakarta Barat



Tidak ada yang tahu tentang mendahului sebuah kata "InsyaAllah". Malam hari pada tanggal 24 Februari 2020. Cuaca begitu cerah, langit pun tampak memerah di ufuk barat. Berlalu saja angin yang menerbangkan deretan jemuran dan beberapa plastik berserakan dijalanan.

Burung-burung juga berkicau, sesekali terbang beriringan. "Besok bakalan cerah nih". Pikirku dalam hari saat perjalanan pulang menuju kos. Jam terus berjalan, sampai kantuk mulai menyerigap mata saat dimana, aku sedang asik-asiknya membaca buku ditemani meja kecil dan ku sandarlan badanku di sisi lemari.

Aku pandan sekeliling langit-langit jendela kamar, dan nampak cerah. Sampai pada akhinya, telinga sangat sensitif mendengan bunyi-bunyian apa pun itu. Entah bunyi petasa, kembang api, suara teriakan keras, kilat, gluduk dan hujan.

Iyah, beberap hari ini aku bangun malam oleh sebab suara kilat dan hujan. Bahkan malam ini, aku bangun dan beranikan diri membuka jendela. Tiba-tiba, semburan air dari balik jendela menyeka wajahku yang masih setengah menahan kantuk. Anehnya, bukan langsung menutup dan berbaring menggiring selimut, aku jusstru mengamati 5 menit di bawah sana. Iyah dibawah jendela kos. Aku lihat hujan sangat deras malam ini. 

Butir-butirnya yang dingin lebih ekstrim dari pada es yang di pecahkan. Aku lihat lagi, jalanan sudah basah dan mengalir air. Kali di seberang pun debitnya tinggi sekali. Aku tarik nafas, aku lafalkan doa ketika hujan tiba di bumi. "Allahuma Shayiban Na'fian", begitu ingat pesan khusus dalam do'a ini. Agar kiranya yang turun dari langit menjadi keberkahan untuk bumi.


Aku khawatir akan terjadi banjir seperti awal aku ke Jakarta tahun 2018 silam. Dimana air sudah melimpah ruah ke jalan-jalan. Aku kuatkan keberanian buat tidur. Meskipun ada adik yang harus aku jaga di dalam kelelapan mata.

Pagi hati, suara adzan subuh terdengar sayup-sayup bertabrakan dengan suara air yang kian menetes keras dari ujung kos ke jalanan. Aku lihat lagi di luar jendela. Dan, banjir hari ini menyapa Jakarta. Mungkin ini kali kedua saya merasakan hawa banjir, menerjang air yang kelewat bebal. 
Akhirnya, dimana-mana bersautan update, story dan status instagram. Baik, ini adalah "PERINGATAN", bahwa sesungguhnya segala yang ada akan kembali kepada sang Ilahi Rabbi. Aku putuskan mengumpulkan effor untuk bekerja, walaupun dengan sendal jepit se adanya. Tapi ini lagi-lagi tentang tantangan yang harus aku taklukan.

Adik aku bilang, " Jadilah kuat, jangan manja. Kerja kan kewajiban. Nanti kalau bolos tanpa sebab, padahal kamu masih  bisa jalan. Allah akan meminta pertanggungjawaban."

Ok, ini keras tapi berbekas. Semoga Allah memberikan kesehatan, keselamatan dan perlindungan untuk semua warga yang terimpa banjir. Aamiin Yaa Rabb.

Dan jangan lupa ini sudah memasuki bulan RAJAB, yuk perbanyak pahala dan kebaikan tanpa batas. 


Jakarta, 25 Februari 2020
12:39


Lilis Setiani






====



Post a Comment

0 Comments