
4.8.2020
Aku masih tidak tahu bagaimana menebak setiap cerita dari perjalanan kita. Tidak dimulai dengan pertanyaan, dan tidak pula di akhiri dengan pernyataan. Sudah berapa banyak hal yang hanya bisa dibungkam sendirian. Sudah berapa banyak ungkap yang tertunduk selama saling menjaga pandang. Kita seperti angin dan air, tidak akan menimbulkan api tapi bisa saja saling bersikap dingin.
Tidak ada yang bersalah dalam setiap cerita lembar demi lembar yang
telah aku bangun ini. Kita memberi tanda dalam setiap rasa yang mulai ditanam. Sebuah
syair yang andai dibaca akan lebih riang. Namun, kita lebih mencegah rentang
agar tidak melayang bersama kepastian yang mengambang. Kita tetap sejalan. Atau
aku yang coba menyesuaikan. Hanya itu pilihannya. Tapi…
Aku senang telah menciptakan larik ini untuk yang jauh dalam
jarak pandangan. Maafkan semua jika aku bersalah, atau KITA.
0 Comments