“Sosok yang tidak
pernah mengeluh saat semua terasa jenuh. Tidak berpaling saat semua hening,
tidak gentar saat semua gemetar. Dia adalah tumpuan kami menjadi sekarang. Padanya
kesetiaan adalah final. Pedulinya melewati ambang batas kenormalan, pada suami,
pada anak-anaknya. Kekuatan telapak kakinya adalah keniscayaan yang akan abadi
sebagai pahala bagi pengorbanannya. Dia adalah sebener-benarnya manusia hebat
dengan rusuk yang kuat. Dia adalah IBU.”
Andai semua hal kemasyuran dapat di genggam, tentu akan ada banyak jiwa dan sandaran yang dibahagiakan. Namun, ucapan hanya sedekar ucapan, realitanya banyak manusia termakan oleh keniscayaan yang membutakan dan semu untuk meninggalkan janji yang pernah di ucapkannya
Dua Jendela adalah ruang untuk menulis berbagai hal mulai dari keseharian hingga berita update saat ini. Melalui blog ini, pembaca diharapkan mampu menambah wawasan dan menjadi tambahan ilmu untuk semua yang mampir.
0 Komentar