Minggu, 1 November 2020
“Terimakasih. Sejauh ini berkorbanmu sudah terlalu banyak. Tapi aku juga tidak mau berlama-lama, berpura-pura lalu tenggelam dalam kesedihan maupun duka yang ditanggung sendiri. Bahkan, duka itu soal rasa menahan dan berharap kedepan akan jadi seperti apa?”
BACA JUGA :
- Pernahkah kita merasa khawatir dengan masa depan?
- Aku pernah mendengar sebuah kalimat bijak, begini bunyinya
- Hallo Agustus - Menitipkan Lembaran Pesan
- Merencanakan Kehidupan yang Seperti Apa ?
- Berhenti di Pelabuhan-Nya

0 Comments