"Mata ini tidak pernah berani untuk menatap arah laju kendaraan roda dua di tanjakan tak securam lainnya. Tapi, mata ini tetap tidak mampu tegak menatap setiap yang berusaha melaju ke arah atasnya. Baik itu orang yang ahli membawa ataupun yang sudah terbiasa, aku tetap tidak bisa menegakan mata untuk melihatnya. Begitu pula kamu, hanya sebagai pemula, kamu jatuh ditengah-tengahnya. Mata ini selalu saja cemas untuk melihat semua yang melewati ujung jalan sampai tuntas. Lain kali, kamu lebih hati-hati, terluka sedikit saja, aku akan menyalahkan ketakutan ini"
Andai semua hal kemasyuran dapat di genggam, tentu akan ada banyak jiwa dan sandaran yang dibahagiakan. Namun, ucapan hanya sedekar ucapan, realitanya banyak manusia termakan oleh keniscayaan yang membutakan dan semu untuk meninggalkan janji yang pernah di ucapkannya
Dua Jendela adalah ruang untuk menulis berbagai hal mulai dari keseharian hingga berita update saat ini. Melalui blog ini, pembaca diharapkan mampu menambah wawasan dan menjadi tambahan ilmu untuk semua yang mampir.
0 Komentar