Bahkan sekali pun orang yang tidak saya kenal berlaku tidak adil, saya tidak marah, saya tidak mengumpat. Saya hanya bermonolog dengan hati, tidak apa², saya tidak membalas, tapi saya percaya pada orang lain lah yang akan membalas serupa, bahkan saya berdoa kepada Tuhan, bahwa "Saya tidak mampu Tuhan berlaku sama, balasan terbaik adalah darimu. Engkau yang berhak memberi balasannya". Saya tidak pasrah, saya hanya memberi ketenangan pada jiwa saya. Karena sejauh ini, amarah mampu melukai seluruh badan, sementara ketenangan menduhkan seluruh isinya.
Andai semua hal kemasyuran dapat di genggam, tentu akan ada banyak jiwa dan sandaran yang dibahagiakan. Namun, ucapan hanya sedekar ucapan, realitanya banyak manusia termakan oleh keniscayaan yang membutakan dan semu untuk meninggalkan janji yang pernah di ucapkannya
Dua Jendela adalah ruang untuk menulis berbagai hal mulai dari keseharian hingga berita update saat ini. Melalui blog ini, pembaca diharapkan mampu menambah wawasan dan menjadi tambahan ilmu untuk semua yang mampir.
0 Komentar