Ini adalah pertama kalinya saya menikmati karya dari Kak J.S Khairen di akhir tahun 2025. Sebenarnya beberapa kali saya sudah mengikuti instagram kak Khairen dan karena kebetulan ada buku beliau yang sayang untuk tidak saya baca di akhir tahun.
- Judulnya : Domper Ayah, Sepatu Ibu
- Jumlah Halaman : 216 pg
- Sampul : Hijau sage
- ISBN 978-602-05-3022-2
The Bloody Rose - Ulasan Buku
Ringkasan Sinopsis :
Bagian awal kita akan diberikan gambaran cerita 2 tokoh utama dengan penjelasan latar belakang yang berbeda. Adalah Asrul dan Zenna.
Asrul dan Zenna berasal dari suku Minang, Asrul tinggal di daerah kaki gunung Marapi dan Zenna di Anak Pinggang Gunung Singgalang. Singkatnya, kedua tokoh utama ini memiliki riwayat keluarga yang hampir sama dimana mereka berasal dari keluarga yang serba kekurangan, memiliki banyak saudara yang harus mereka bantu tapi tidak luput juga keduanya memiliki tekad dan semangat mengejar cita-cita yang tinggi.
Asrul dengan dompetnya yang lusuh tapi penuh dengan harapan di dalamnya, Zenna dengan sepatunya yang kusut mampu melangkah dengan pandangannya yang penuh harap.
Zenna bertemu Asrul ketika mereka sama-sama kuliah. Pertemuan yang tidak sengaja ini nyatanya adalah jodoh dimasa mendatang. Asrul mengambil paruh waktu di sebuah koran sebagai penulis, sementara Zenna bekerja di toko Sepatu juga sering mengambil resep makanan dari koran "Harian Semangat" tempat Asrul bekerja ini.
Kegigihan keduanya terus di uji, hingga sampai mereka berkeluarga memiliki 2 orang anak. Sampai ada fase-fase melewati berbagai ujian yang mungkin saat kita baca akan merasakan suasana yang genting, hati yang sesak. Dan keduanya saling menguatkan.
Tiba akhirnya, Asrul bisa membangun rumah untuk ibuknya, memberangkat haji juga dan semua saudaranya bisa hidup lebih baik begitu pun dengan Zenna. Menjadi sosok ibu dan istri yang luar biasa dalam kehidupan Asrul.
Dari novel ini, kita bisa mengambil pesan yang sangat menyentuh, bahwa setiap niat maupun impian yang kita genggang lalu diiringi usaha maka semua akan kita miliki dan kita raih, tidak ada yang tidak mungkin, semuanya bisa menjadi milik asalkan berusaha. Salah seoranga anak mereka bisa berkuliah di Universitas Indonesia dengan beasiswa dan keuletannya, hingga saat ini kita mengenalnya dalam deskripsi diri seorang J.S. Khairen.
=======
Setelah saya melahap habis isi buku ini, saya baru tau jika ini adalah cerita nyata kehidupan dari ibunda dan ayahnda Kak Khairen, dan masyAllah luar biasa sekali kegigihan seorang ayah dan ibu dalam perjuangan membesarkan anak-anaknya, hingga lahirlah seorang penulis hebat yang kita kenal dengan "J.S. Khairen - Jombang Santani Khairen".
Selamat membaca, jangan lupa beli buku orinya ya. Thxs
*kamus kata* :
Parlente : Bergaya modis, rapi, necis
Mangkus : efektif, berhasil guna
Pitih : uang (dalam bahasa Minang)

0 Komentar