Senin, 12 Januari 2025.
Aktivitas rutin seperti biasa buat para pegawai di daerah Jakarta ini. Namun kali ini, ada yang berbeda dimana hujan mengguyur seperti air bah dari langit Jakarta menuju tanah bumi dengam begitu gagah. Hujan deras berlangsung hampir 2 hari berturut-turut tanpa jeda. Sejak minggu 11 Januari 2025 pagi hari, hujan sudah mulai turun tidak berhenti sampai malam tiba. Senin pagi masih terus turun sampai akhirnya beberapa titik jalam di Jakarta atau bahkan keseluruhan mengalami lumpuh total. Dimana-mana jalanan banjir dengan rata-rata ketinggian ditaksir sebetis orang dewasa sampai selutut.
Saya sendiri mengalami hal yang sama. Jam 06.45 pagi sudah berkendara keluar rumah dalam kondisi yang gelap, cuaca sangat dingin, disertai gerimis tebal jadi kami putuskan mengenakan mantel hujan.
Tidak lama setelah kekuar dari gang rumah, hujan mula turun dengan intensitas sedang, ditambah beberapa jalan raya menyisakan genangan air berwarna cokelat kerus sisa hujan tadi malam yang tidak teralir dengan baik. Walhasil cipratan dari motor dan mobil tidak bisa dihindari.
Hujan semakin deras ketika saya sampai di area Sunter. Disini semua kendaraan mulai terpantau padat merayap. Badan sudah merasakan dingin yang berlebih di senin pagi. Motor melaju dengan hati-hati dan penuh perhitungan. Karena sedikit saja ceroboh, bisa saja terpeleset.
Jarak tempuh dan waktu yang biasa hanya 15 menitan dalam keadaan normal, kali ini bisa ditempuh selama hampir 25 menit. Saya tiba di kantor jam 07.15 menit dengan kondisi hujan yang masih saja mengguyur. Jalanan sudah seperti kota hujan saja.
Saya kira hujan akan berhenti dalam waktu dekat, tetapi tebakan saya meleset. Hujan yang turum terjadi seharian penuh. Jalanan di area depan kantor sudah mulai dipenuhi air lalu berakhir banjir. Mobil-mobil dipaksa menerjang banjir, motor pun sama namun ada yang sampai mati mesin dan putar balik karena ketinggian banjir semakin ke arah depan, semakin tinggi.
Tempat kerja saya pun terdampak, air rembesan dari berbagai sudut mulai menjalar ke lantai. Bejibaku kami membuang air yang mulai mengalir ke sela-sela meja kerja. Tapi cara ini pun tidak berhasil selama hujan tidak berhenti, maka air akan terus naik. Bahkan ketinggian air di jalanan depan hampir masuk ke gudang. Untunglah pada jam 1 siang, hujan mulai reda walau masih tersisa genangan tinggi namun teman-teman yang terjebak di halte busaay dari pagi sampai jam 1 baru bisa sampai ke kantor.
Hujan sore tadi tidak turun, hanya menyisakan awan gelap dan bau amis dari kotoran-kotoran jalanan yang tersapu air banjir. Hingga pada akhirnya, sebagian mungkin di beberapa tempat kerja lain memutuskan untuk balik kanan alias pulang atau terjebak di tengah jalan. Jam 5 sore saya balik dengan motor lagi, namun kali ini saya dan suami memutuskan untuk putar ke arah senen yang tidak terkena dampak banjir. Semoga selasa besok, kondisi Jakarta kembali normal dan cuaca bersahabat agar kiranya kami bisa bekerja dengan tenang.
#staysafe semuanya.
#banjirJakarta
#12.01.2026

0 Komentar