Subscribe Us

Responsive Advertisement

Advertisement

Pengalaman Pertama Naik Bus HANDOYO From Kebumen to Jakarta (Arus Balik)

Lebaran tahun 2026 kali ini jatuh pada 21 Maret 2026 bertepatan dengan hari sabtu. Seperti kebiasaan orang Indonesia pada umumnya, saya pun menjalani mudik kesekian kalinya ke kampung halaman di Purwokerto. Setelah tahun sebelumnya 2025 saya mudik ke Kebumen, tahun 2026 ini saya gantian mudik ke Purwokerto tepatnya di Lumbir. 




Sebuah desa yang dikelilingi bukti pinus dan jalanan menanjak. Keterbatasan waktu mesti saya atur karena harus bergantian silaturahmi ke rumah mama Kebumen. Berangkat pada sabtu malam setelah siang halal bihahal ke rumah saudara dan para sesepuh, saya melanjutkan perjalanan ke Kebumen bersama suami. Tibalah jam 12 malam lewat 5 menit di Kebumen. Hanya bertepatan dengan 2 hari saja di Kebumen, pada senin sore jam 16.00 saya harus kembali ke rutinitas kerja di Jakarta. 

Jujur, masih sebentar rasanya di rumah mamah Kebumen, tapi pekerjaan harus tetap dilakukan pada selasa, 24 Maret 2026. Karena situasi sedang mudik, maka temen-temen tahu ya harga bus atau transportasi naik sampai 2x lipat. Sebetulnya wajar saja, karena pemudik yang memilih transportasi darat pun butuh. Jadi mau harga berapa saja diambil. 


Seperti pengalaman saya misalnya. Liburan kerjaan diumumkan mepet, jadi pas mau cari-cari tiket bus ke Jakarta lagi semua ticket di terminal ludes terjual. Berbekal mama mencarikan, dapatlah bus HANDOYO namanya. Saya putuskan untuk balik ke Jakarta dengan Bus Handoyo ini seorang diri. Suami menyusul esok harinya by motor.

Harga tiket Handoyo dikenakan 450.000, sebuah harga tiket bus yang melambung amat tinggi dari harga biasanya hanya kisaran 200 ribuan. Tapi tidak masalah, yang utama keselamatan sampai di Jakarta. Hingga saatnya tiba, jam 4 sore pas saya tiba di tempat agen bus bernama "Agen Rejo Kutowinangun". 


Sudah banyak orang yang juga menunggu bus mereka, bukan hanya Handoyo tapi ada banyak bus merek lainnya yang dilayani di agen ini. Ditunggu punya tunggu, sampai satu per satu orang sudah tiba busnya, kok saya belum datang juga.

Saya tanya lah ke petugasnya "Ibu, bus Handoyo saya kapan datang ya, di tiket infonya jam 4 sore, ini sudah jam 5." Keluhku pada petugas agen.
Si ibu tidak langsung memberi jawabab, beliau mau memastikan ke rekannya, sampai jam 18.00 WIB adza maghrib, bus belum juga tiba.


Barulah pada jam 18.45 bus Handoyo yang saya tumpangi tiba, jam 18.46 saya sudah menempati kursi di nomor 29, sebelumnya saya pamit ke suami. Karena ini pertama kalinya naik bus dari Kebumen ke Jakarta, saya dalam pantauan terus heheh. Tujuan turun nanti saya akan berhenti di Terminal Bus Pulo Gebang.  

Secara fasilitas, Bus Handoyo nyaman, kursi nyaman, bagasi atas tertutup rapi, ada toilet bus di paling belakang, dan juga bersih. Jadi sepanjang jalan saya duduk dengan nyaman sampai tertidur pulas entah berapa lama tertidur, sampai-sampai buka mata sudah jam 4 pagi di gerbang toll Cikampek. Padahal di tiket ada untuk makan gratis di rest area, tapi saya gak sadar tertidur, tau-tau sudah mau sampai Jakarta hehe, saking pulesnnya.




Kondisi jalan toll terpantau lancar dan sesekali macet, tapi suasana mudik masih terasa lancar. Sampai di Bekasi, saya siap-siap mau turun ke Pulo Gebang, eh kok udah jauh apa ya (feeling) saya.
Info kenek bus "Mba tadi mau turun di Pulo Gebang ya. Maaf mba kelewatan, kita gak lewat jalurnya, ini udah kebablasan, mau turun di Pulo Gadung saja ?"

Deg, waduh saya sampe speechless, gimana ini baru pertama kali naik bus dan turun sendirian, tapi ada kejadian begini, supir dan kenek bus orang baru jadi belum hafal area-area pemberhentian. Jadi saya putuskan untuk 

"Turun di Pulo Gebang saja, biar aman pak." 
Kataku menanggapi permintaan maaf pak supir dan kenek. Berkali-kali driver minta maaf ke saya karena kelupaan tidak melihat list penurunan penumpang, untungnya ada mas-mas yang bilang, 


"Nanti turun di Pulo Gadung saja mbak, lanjut pesen grab ke rumah, saya juga turun disitu."
"Baik bang." balasku.


Sampai akhirnya saya tiba di Poll Handoyo Pulo Gebang, areanya kecil dan di pinggir jalan persis. Saya segera pesan grab menuju ke rumah. Dan ternyata lebih dekat dari Pulo Gebang ke rumah daripada Pulo Gebang ke rumah.


Kejadian yang diluar rencana tapi jadi pengalaman baru buat saya. Terima kasih HANDOYO. Yuk coba pakai bus Handoyo untuk tranportasi umum kamu..





Keterangan :
Jl. Raya Bekasi, Pegangsaan Dua, Kec. Pulo Gadung, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta

Posting Komentar

0 Komentar