Hidup yang semakin dewasa mengajarkan kita untuk tetap "waras". Membosankan memang mengulangi rutinitas yang sama berpuluh-puluh tahun. Tapi bertahan untuk hidup saja sudah sangat luar biasa di akhir-akhir ini.
Sering kita menyaksikan nyawa manusia seperti tidak lagi berharga, penolakan, kekecewaan rasa sakit, dendam, direndahkan acap memberikan dampak yang buruk dalam kehidupan. Belum lagi berita - berita soal kegilaan manusia tua terhadap anak-anak kecil yang sebenarnya kehidupan mereka masih jauh di rusak oleh perilaku biadab oknum-oknum itu.
Miris, dan sudah tidak bisa berkata apa lagi, harus dengan cara apa lagi supaya berita yang hadir saat ini tidak terlalu se-menyeramkan itu.
Berkali-kali aku tertidur, berharap saat bangun dunia semakin membaik, namun kenyataanya godaan syeitan semakin kuat untuk menebarkan fitnah dan kebencian pada diri sendiri. Argumen-argumen palsu, memuakan seakan mendorong untuk jatuh, terperosok dalam kegagalan dan kegelapan terhadap hidup itu sendiri.
Berkali mencoba bangkit, berkali itu juga timbul kerendahan diri, haruskah memulai lagi dari awal ?
Ku urungkan lagi niatku untuk tertidur, saatnya bangun dan melanjutkan mimpi-mimpi tabu itu agar bisa lekas tercapai.
Hidup bukan hanya soal memandang ketakutan besar di depan mata, tapi juga soal siapa kita, dari mana kita dan untuk apa kita hidup ?
Tuhan, adalah cara satu-satunya untuk kamu bisa pulang dengan tenang.
BACA JUGA :

0 Comments