Subscribe Us

Advertisement

Harapan dan Tantangan

Harapan itu memberontak lagi...



Kau tau,
Bagaimana rasanya bertentangan arah dan pikiran. Merasakan kekuatan hati namun dikekang oleh suara2 bergeming dari luar. Kau tau bagaimana aku harus bertindak pelan - pelan untuk mengelola emosi ini.

Aku terbelenggu diantara dua pilihan, dimana yang satu adalah keinginanku untuk menutup segala apa yang terlihat yaitu hal yang tak boleh nampak dimuka umum.
Namun disisi lain tekanan ekonomi untuk urusan pribadi menjadi penyumbat utama hati yang terus meronta ini.

Aku tak tau dan tak pernah tau mengapa aku sanggup menjalani dua aturan main ini. Aku selalu bertanya dan jawabnya pun tetap saja aku tidak endahkan.
Aku hanya takut, jikalau suatu saat nanti ada banyak orang yang memikul deritaku, dosaku dan kehilangan buih  - buih do'a yang kupanjatkan setiap waktu.





Aku sangat terlihat bodoh dan tanpa kendali. Terlihat seperti robot yang hanya bisa dikendalikan oleh nafsu. Aku takut,,,

Ayahku dan saudara laki-lakiku selalu mendapat presentase dosa -dosaku. Aku hanya manusia lemah yang tak ingin membuat apapun jadi serba sulit.

Aku kini bersama keputusanku yang terus aku bawa entah sampai kapan. Aku hanya diminta memilih keluar atau bertahan.


Keluar demi usiamu yg semakin harus dipertanggungjawabakan kepada Sang Maha Pencipta atau bertahan untuk pencapaian dunia.

Aku merasakan kesendirian yang amat gelap tanpa seorang guru. Aku berdiri dan mampu jatuh sendiri. Sudah berapa banyak asa dan putus yang berlalu lalang dalam perjalanan hidupku sampai 22 tahun ini.

Semoga Tuhan mencatat kegelisahanku dan ketidakikhlasanku ini. Karena sungguh aku hanya ingin kebaikan untuk orang banyak. Semoga hanya saya yg merasakan rasanya dipermainkan diri sendiri dalam bilah agama, nafsu dan aturan.



Semoga Allah swt senantiasa membersihakan hatiku agar tenang jiwaku dan tertanam imanku. Yaa Rabb ampuni aku dengan segala kebodohan dan kemunafikan yang selalu aku pertontonkan
Ampuni aku lagi atas semua yg sudah terjadi. Aku percaya bahwa Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.





#Suara kecil di Pungguk Kebimbangan⏰🙏
#Sang perindu jilbab
Selasa, 15 Mei 2018



Lilis Setiani
                                                                          Sincerely,

Post a Comment

0 Comments