Subscribe Us

Advertisement

Dialah Payung dalam Perjalanan Hidupku..Kakak ku !!!

Bismillahirrahmanirrahim,



Assalamu'alaikum Warahmatulahi Wabarakatuh


Mulai dari mana yah..

Oke jadi saya akan terus menulis tanpa ada jeda perpisahan..
Sekarang menginjak semester tiga dalam masa perkuliahan sungguh suatu step yang pelan-pelan tercapai. Namun...
 Mengapa ada namun?

Iyah karena dari sini sebuah tolak ukur saya khususnya dan mereka semua teman-temanku harus bisa mempersiapkan diri menjadi mahasiswa yang bertanggung jawab. 
Bukan lagi tentang swafoto bareng, bukan lagi tentang teriak-teriakan kenceng, bukan lagi hura-hura dan bukan lagi, bukan lagi lainnya.


Saya sangat bersyukur (Alhamdulillah), karena masih diberi kesempatan untuk mencari ilmu dalam jenjang mengejar strata satu ini. 
Beruntung adalah ungkapan yang pasti orang-orang harapkan sama seperti kami.
Saya pertama kali mengingat-ingat lagi tujuan saya kok bisa mau kuliah lagi setelah skip dua tahun kerja dulu??


Sebenarnya dulu sudah mau niatan kuliah langsung setelah lulus, tapi kebentur faktor ekonomi.
Saya saat itu maklum juga dan tidak mau memaksakan kehendak sendiri, egois itu namanya kalau saya tetap kekeh. 

Tapi hati selalu membulatkan tekad, "Lis, pokoknya kamu harus kuliah, kamu harus jadi sarjana. Kamu pasti bisa, bisa melewati semua ini,,pasti bisa". Doa-doa itu yang selalu menghiasi isi kepala saya. Sampai-sampai saya lupa betapa susahnya, betapa keringatnya jatuh, betapa tangisannya mengalir, betapa kantuknya tak tertahan dan semuanya itu indah bila ku ceritakan suatu saat nanti kepada anak-anakmu kelak.






Kalau rencana, semua telah terncana dengan sangat apik oleh kekuasaan Allah SWT. Saya semakin kesini semakin bisa belajar dari masa lalu yang tidak mau saya katakan buruk. Karena sesulit apapun dulu, tetap saja itu berharga bagi saya, bagi keperibadian saya ini.

Dalam masa-masa itu, berbicara lagi saya yang dalam proses dahulu mengumpulkan uang untuk biaya kuliah. Pernah mendapat banyak tantangan akankah saya lepaskan cita-cita saya itu??? Mengingat kala itu saya benar-benar habis ambisi dan hampir habis amunisi diri.
Atau saya akan menyingkat perjalanan usia saya dengan bekerja ulet lalu menikah mempunyai anak dan begitu seterusnya??
Apakah itu saja usia muda yang ada sekarang dan yang akan saya kenang hari tua??








Semua itu semacam magnet yang tiba-tiba datang menempel di kepala. 
Lalu sosok yang satu ini , dia,..
Iyah dia sosok yang sangat optimistik untuk menumbuhkan semangat saya mencuat kembali.
Dia adalah kakak laki-laki saya. Kakak satu-satunya yang saya miliki, dia yang sangat beruntung telah saya miliki, dia yang dikirim Allah SWT menjadi pelindung saya kala di luaran pantauan orang tua.

Dia dan dia pokoknya, dia sangat tau bagaimana perjalanan saya sampai detik ini. Bahkan tentang emosi, sakit yang saya derita yang kadang menyerang tiba-tiba. Dan tentang bagaimana dia berhasil mendekatkan saya pada agama dan teman-temannya.



Kakak saya, apa yang harus saya gambarkan dalam tulisan ini sepertinya tidak bisa mengungkapkan semua perjuanganmu. 

Saya kalau mau, bisa saja membuatkan novel dengan 1.000 halaman memenuhinya dengan ucapan terimakasih




Tapi saya rasa itu tidak perlu. Keahlian dia saat saya usia 5 tahun dan diajarinya membaca Alif-Ba-Ta saja sudah luar biasa.

Bahkan saya bisa pertama kali belajar shalat dan membaca AlFatihah tidak jauh dari jasanya sebagai kakak.. 


Kakak, saya sangat senang menyebutmu dalam untaian doa-doa lirihku. Kakak saya sangat menyayangimu. Bahkan  saat hujan dan petir bersambutan kau pula yang meneduhkan rambut ku dari air yang mengguyur kala pencarian job sore itu. 

Pasti kakak ingat bukan,,,

Kelak, jika kita adik-adikmu sudah tua kita harus rukun yah,,
kita buat ayah dan ibu bangga, memiliki kami sebagai anak-anaknya yang saling care satu sama lainnya. Buat nanti keponakan ante.. 
Kamu akan ante ceritakan tentang sosok ayah yang juga kakak ante yah dek,, 
Betapa dia laki-laki yang supercare sama adik perempuannya. 
Dan lucunya lagi saat ada anak laki-laki waktu sekolah dasar yang sering jail sama saya, 
Dia sampe memukulnya dan membuat anak itu menangis terus langsung menghindari saya pagi hari di sekolah.

Kakak sehat terus yah sampai nanti aku penuhi janji aku untuk menceritakan semua jasa Kakak sama anak-anak kakak nanti suatu saat nanti...


" Yaa Allah Tuhan yang menguasai hati manusia. 
Anugerahkanlah kepada kakak saya ini kebaikan dunia dan kebaikan akhirat-Mu. 
Pertemukan dia dengan jodoh seorang perempuan yang shalihah, baik akhlaknya dan sopan perangai serta tutur katanya. 
Jadikan setiap doa nya adalah obat bagi duka laranya. 
Jadikan ia menjadi sosok yang selalu menginspirasi adik-adiknya. 
Dan jadikan setiap jasanya yang tak lepas dari doa kami menjadi pahala bagi semua ruh tubuhnya. 
Muliakanlah Dia Yaa Allah, sayangilah dia dan berkahilah dia dalam naungan lindungan cahaya Illahi-Mu". 


Shalawat indah untuk Nabi Muhammad SAW atas semua pengorbanan dan perjuangannya untuk kami umatmu. Allahuma Shali'alaih...



Tangerang, 23 September 2018 05:10 WIB
Lilis Setiani



Adikmu 

Post a Comment

0 Comments