Terpelajar Yang Mulai Memberi Pelajaran !!!
Jangan salahkan, jika keserahkahan dan pemenuhan perutmu yang mulai gendut karena uang jadi salah satu alasan. Titik kumpul menjadi seruan dalam segala tindakan yang kadang di manipulasi kebersamaan. Usia yang berbeda setiap generasi bukan halangan. Sebutlah mereka generasi Z, yang serba instan tapi berpandangan luas dalam keterbukaan. Untuk isu-isu keperihatinan, kini tidak bisa di claim milik seorang diri. Darurat sudah harus dilabelkan. Solidaritas berbagai almamater menjadi tumpuan dalam menyuarakan.
Peduli apa orang berdasi yang memelihara tikus di dalam nurani ?
Peduli apa sepatu berkilap yang maunya tidur saat meeting di ruangan ber AC punya negeri?
Kita memang tidak semaunya paham substansi dari kamus bahasa kepolitikan. Tapi kita, kami dan mereka semua paham, apa yang sudah terjadi di negeri ini. Sekumpulan anak muda berseragam kebanggaan, mulai mencium bau busuk dari dalam yang tersemat oleh ketidak-beresan pengelolaan negara. Pantas saja, mereka turun ke jalan. Menyuarakan aspirasi, menggugat pasal-pasal tak manusiawi.
Lalu siapa yang rugi kalau sudah begini ??
RAKYAT !!!
Rakyat kecil yang mencari seperempat ekonomi di garis penindasan penguasa, mereka lah yang akan dirugikan.
Kenapa harus mahasiswa juga yang bersuara dan mengapa harus penguasa yang kelabakan terlihat-nya?
Karena, mereka kaum intelektual. Rakyat menitipkan pesan besar kepada mereka. Jauh di luaran sana, mereka berdo'a agar kiranya penguasa mau mendengar argumen-argumen yang dilandasi ilmu dari para mahasiswa. Penguasa yang getol seperti apa, telah menghancurkan masa depan generasi muda. Tindakan represif dari aparatur penegak kuasa, yang jauh dari kata pengayoman dan perlindungan sudah bukan rahasia. Dari sini terlihat, bagaimana peran penting anak muda menjadi tonggak bangkitnya "Sumpah Pemuda".
Jakarta, 30 September 2019
Lilis Setiani
Baca juga :

0 Comments