Subscribe Us

Responsive Advertisement

Advertisement

Universitas Mercu Buana - Meruya (Kesan Pertama) - PART VI 😊


------ Selesai Acara --------

Selesai acara, banyak yang mengajukan pertanyaan kepada narsum-narsum yang hadir. Tidak ketinggalan Delva yang menanyakan kaitan IoT dengan data center. Sementara itu, ada doorprize yang tak kalah seru. Panitia menghimbau agar mencari tempelan kertas dibawah kursi tempat duduk masing-masing peserta yang hadir, “Silahkan, yang ada tulisan kertas dibawah kursi maju kedepan.”

Uniknya, setelah tadi ada pertanyaan favorite yang kesemuanya jatuh ke peserta laki-laki. Kali ini yang berkesempatan mendapatkan doorprize adalah peserta perempuan semua. Walaupun tidak dapat hadiah, tapi ilmu, pengalaman dan teman jauh lebih berharga.

-------- Istirahat -----

Selesai adzan dhuhur berkumandang, acara pada hari ini pun berakhir. Aku dan Delva beranjak dari kursi menuju kantin. Sebuah kantin di luar kampus atau lebih tepatnya di seberang kampus, yang lokasinya harus menyeberang jalan raya ditambah kemacaetan yang masih saja menjadi pemandangan si siang terik kala itu. Delva yang sudah biasa makan di kantin, dengan mudah mengantar dan memberi arah jalannya. Aku terus ngorol sembari sesekali menanyakan ini ruang apa, bagian apa dan sebagainya. Sampai tibalah, kami memesan 2 porsi paket ayam geprek di tambah es teh manis. Mereda rasa panas dan haus seketika. Porsi makan yang pas dikantong mahasiswa, namun tidak mengurangi rasa kulinernya. Kita mendapat satu meja kosong dibagian tengah, kanan kiri dan sekelilingnya sudah penuh dengan mahasiswa lainnya.

 “Ini biasa jadi tempat nongkrong aku dan anak-anak SI mba.” Tutur Delva.

“Sebanyak ini ya Del, kalau malam rame juga?” Tanya ku pada Delva.

“Iya mba, rame terus. Kadang ada pengamen juga. Walaupun di luar area kampus. Tapi kantin ini sudah seperti basecamp anak-anak UMB." 😅

Makanan akhirnya datang, menikmati makanan dengan teman baru yang friendly banget rupanya jadi gak menilai rasa makanan yang disantap. Lebih menilai pada situasi yang dibangun kala itu. Berbagi pengalaman jauh lebih lebih bermakna.

Tujuan selanjutnya, usai makan bareng, Delva mengajak ke masjid UMB, jaraknya tidak terlalu jauh dari kantin yang tadi kita datangi. Sebuah masjid besar, dan bertuliskan logo UMB menjadi ciri khas tersendiri. Aku menunggu di pelataran masjid, berbaur dengan angin dan dinginnya ubin masjid. Sembari menunggu Delva shalat, aku ambil posisi senderan di tiang keramik masjid. Hanya beberapa menit saja, Delva melanjutkan arah untuk ke LIA Mercu Buana. 
Persis di samping masjid, gedung LIA tersebut. Di gedung ini, semua mahasiswa bisa membeli buku-buku panduan kuliah. Delva yang mau membeli buku bahasa Inggris untuk mata kuliah wajib, mengajak aku untuk ke gedung tersebut. 

Klik 2x untuk memutar Video

Tanpa beban, aku mengiyakan. Karena, ini bakal jadi pengalaman bisa ke gedung LIA UMB. Barulah dari situ, kita kembali ke area kampus. Panas masih saja betah di atas langit. Hp aku yang mulai menurun bateri-nya, mendapat tambahan daya dari carger yang dipinjami Delva. Iyah, di sebuah ruangan adminitrasi pembayaran, lantai 1, ada ruang yang luas buat nyari colokan. Sekadar buat nge cas HP, laptop atau buat rebahan hehhe. 30 menit buat ngisi baterai HP, tujuannya agar aku bisa mengambil objek sekitaran UMB dan untuk pesen ojek online ke Jayakarta.

Jam 14.00, aku buru-buru minta diantar Delva keliling kelas. Karena jam setengah tiga, si Delva bakal ada kuliah. Delva mulai mengantarkan aku, berjalan dan melewati beberapa ruang. Tempat dimana aku lewati pagi tadi, ternyata aku jumpai kembali.


 Lewat ke ruang hijau kampus. Tempat mahasiswa kumpul, atau ngadem. Banyak juga yang duduk sambil memainkan laptopnya. Bagiku ini sangat comfortable banget buat baca buku. Delva terus menunjukan tangannya, memberikan informasi bak lagi kasih bimbingan ke mahasiswa baru yang belum tau apa-apa hehe 😊 


Sampailah kita di lantai 4. Sebenarnya ruang kelas Delva di tengah tengah, tapi aku sengaja mengajak ke depan ruang yang terlihat plang besar bertuliskan Universitas Mercu Buana. Agar aku bisa mengabadikan, dan bisa mengamati ramainya mahasiswa di sisi bawah lorong kelas.


Setelah puas memotrest dan mengamati obrolan-obrolan mahasiwa UMB, Delva harus masuk kelas. Dosennya sudah berdiri di depan pintu. Saat itulah, kami mencari arah sendiri-sendiri. Delva yang duluan masuk ke kelas dan aku yang masih stay di tempat itu. Barulah, aku mulai turun. Di lantai 3, aku liat lagi aktivitas mahasiswa, rasanya ini kuliah kedua di tempat yang berbeda. Gak kerasa, udah jam 3. Aku bergegas pulang menuju pintu utama. Beberapa tempat yang tadi ditunjukan Delva, sudah cukup aku hafal di luar kepala. Jadi aku lebih santai jalannya. Pengin duduk lebih lama, tapi sayangnya HP gak mendukung alias lowbat.



Sembari jalan, aku memesan ojek online. Keadaan jalan yang padat, panas dan ramai seakan mencairkan rindu yang sudah lama ingin di pijakan. Alhamdulillah, aku bisa ke Universitas ini. Bisa kenal Delva, bisa belajar banyak dari sikap mereka. 



Abang Ojek Online yang mengantarkan aku lagi ke halte Pos Pengumben. Hari ini sangat lelah, tapi tidak masalah. Ini luar biasa. Aku belajar banyak untuk lebih mengambil eksekusi perjalanan diri. Sampai akhirnya perjalanan aku jam setengah 5 tiba di kos. Alhamdulillah, satu tujuan bisa aku “CHECK LIST”. Selanjutnya, aku akan mencari pengalaman lainnya.


Terimakasih Delva dan teman-teman UMB yang sudah memberikan kesan dan pesan menyenangkan. Semoga lain waktu, aku bisa berkunjung kembali ke kampus yang 2020 menuju kampus internasional. Terimakasih




“Pengalaman adalah guru terbaik”.😇😇 ------- Selesai -----

Jakarta, 1 Oktober 2019
00:57 WIB


Lilis Setiani

Posting Komentar

0 Komentar