![]() |
| google.com |
Menuliskan semua harapan dalam selembar kertas, pada awalnya hal yang mudah. Namun, pada perjalannya akan banyak hambatan dan pilihan untuk menjauh dan kadang memaksa untuk mundur (bagi para pengubur mimpi). Sebesar apa keyakinmu, maka alam semesta akan bahu membahu mendoakanmu.
Atas peluh keringatmu, atas lelah utaranmu, atas sedih yang tidak pernah menetes dan atas pengorbanan yang lewat tanpa di resapi. Alam akan menyatakan dukungan. Dunia ini memang tempatnya aturan. Melarang segala hal untuk kebaikan. Dunia ini memang penjara, bagi orang-orang yang mau bersih menemui Tuhannya. Tidak ada keadilan yang pasti merata saat di dunia.
Keadilan akan muncul tatkala di kehidupan kedua. Iyah disana, di akhirat yang semua kebaikan dan keburukan walaupun seberat biji zarah pun akan diperhitungkan. Orang baik akan menerima kebaikannya, orang buruk akan menuai keburukannya. Tidak mungkin orang berbuat baik, kalau mereka tidak percaya ada kehidupan selanjutnya yang akan memperhitungkan. Itulah kepercayaan adanya Sang Maha Penguasa alam semesta.
"Hidup dan mimpi-mimpi manusia umpama tercermin dari garis di telapak tangannya. Genggamkan tangan kalian, maka itulah mimpi kalian. Kalian yang berhak menggenggamnya. Kalian yang berhak bertindak atas kehidupan kalian. Dan coba tengok sekali lagi pada genggaman kalian, adakah garis yang masih terlihat? "Iyah ada, garis yang masih belum bisa tergenggam tangan".
Dan sesungguhnya itulah letak Kuasa Tuhan. Di batas garis yang tidak tergenggam ada Peran Tuhan dalam hidup dan mimpi-mimpi kalian. Jadi, jangan ragukan kekuasaan Tuhan atas mimpi kalian."
Jakarta, 23 September 2019
08:29 WIB
Lilis Setiani

0 Comments