Senja, Hujan & Cerita yang Telah Usai - Boy Candra (Review Buku)

Subscribe Us

Advertisement

Senja, Hujan & Cerita yang Telah Usai - Boy Candra (Review Buku)




Senja, Hujan & Cerita yang Telah Usai 

2019/09/15 06:18:45
#
Singkat cerita, pada sore hari tanggal 14 September 2019 aku bermaksud mencari buku karya Indra Sugiarto.

Namun, mata tetap saja mata yang senang berkelana menuntut kemana arah bola berporos cipta pada beberapa karya.
Aku menemukan sebuah buku berhalaman 224 dengan latar sampul bertema rintik hujan hitam berbalut putih meneduhkan.

Aku tidak sengaja melihat buku ini berada di antara jajaran buku top ten pada sebuah toko penjualan buku di Gajah Mada, Jakarta.


2019/09/15 06:20:13
Buku senja, hujan dan cerita yang telah usai karya dari seorang tokoh ternama dengan jiwa romantisme dan menjunjung tinggi sebuah bahasa sastra itu bernama Boy Candra.


2019/09/15 06:20:18
Penulis yang sangat FAMOUS, pandai mengolah kata sampai mengena di jiwa pembaca. Dengan segala kisah petualangannya sebelum berjumpa pelabuhan hatinya.


2019/09/15 06:20:32
Buku ini aku temukan tepat sejajar dengan buku best seller lainnya, ada Kisah Tanah Jawi, ada karya Fiersa Besari dan lainnya.


2019/09/15 06:20:44
Bila saya ingin membacakan tentang beberapa simpul menarik dalam buku yang dikemas dengan cantik ini, saya seakan menjadi tokoh utama yang turut berperan didalamnya.


_Senja hujan dan cerita yang telah usai_


2019/09/15 06:21:32
Berikut adalah prolog utama sebagai kunci pembuka halaman berikutnya :

"Buku ini saya persembahkan untuk orang-orang yang pernah dilukai, hingga susah melupakan. Untuk orang-orang yang pernah mencintai, tapi dikhianati. Juga yang pernah menghianati, lalu menyadari semua bukanlah hal baik untuk hati. Kepada orang yang jatuh cinta diam-diam, suka pada sahabat sendiri, tidak bisa berpaling dari orang yang sama dan hal-hal yang lebih pahit dari itu.

Saya pernah ada di posisi kamu saat ini. Mari mengenang tapi jangan lupa jalan pulang. Sebab, setelah tualang panjang ke masa lalu, kamu harus menjadi lebih baik. Dan, mulailah menata rindu yang baru.

Katakan pada masa lalu :
kita adalah cerita yang telah usai
_Boy Candra_



2019/09/15 06:22:35
#
Kata-kata yang dirangkai dengan sangat romantis ini mampu membuat pembacanya begitu dalam untuk memaknai setiap kalimat demi kalimatnya. Sebut saja pada kalimat di halaman 11 yang dikatakan bahwasanya,

"saat ketika kita masih suka menabung Rindu."

Ini maknanya menimbulkan tebakan yang tepat pada sebuah tekanan rindu yang semakin lama tak bisa mengatakan sudah.

#
2019/09/15 06:23:04
Lalu pada kalimat,

"kita adalah dua orang yang gagal menyatukan janji, kita adalah dua orang yang saling berlari, lalu pergi kembali, kamu terlalu jauh berkelana juga aku yang terlalu lama mencari makna. Kita tak pernah benar-benar sama."

2019/09/15 06:23:47


#Namun menyatakan perasaan kepadamu bukanlah keahlianku.
#Salahku yang tak juga berani mengatakan kepadamu.
#Cinta adalah kesepakatan untuk menyetarakan.
#Bukan seseorang yang menjadi tuan dan buruh perasaan.

#
2019/09/15 06:24:45

"Jika pada akhirnya kamu hanya kisah yang memilih patah dan menyerah, untuk apa dulu kamu bersikeras mengajakku berjuang melawan resah??

untuk apa dulu kamu utarakan segala hal yang ingin kamu lakukan di masa depan. Sementara kini kamu hanya kenangan yang dengan susah payah aku hapus dari ingatan.

Kamu harusnya tahu aku orang yang mudah jatuh terlalu dalam mencintaimu.
Jika kamu tidak berniat serius, seharusnya kamu menjauh lebih lama sebelum aku terjebak arus perasaanmu. Kini semuanya terasa menyakitkan, kamu memilih jalanmu sendiri. Kamu tinggalkan aku, yang kini dengan lambat belajar melupakanmu."
_Boy Candra 10 Februari 2015_


#
2019/09/15 06:25:05
Sebuah catatan ungkapan yang bagus dalam lembar ke 152.

"Mungkin aku dan kamu pernah merasakan dalam posisi yang serba salah seperti ini.
Saat ketika kamu merasa serba salah.
Saat ketika kamu tidak bisa memilih.
Kamu tahu seseorang sudah mulai menggunakan perasaannya yang lebih kepadamu.
Kamu tahu dia sudah mulai mengharapkan sesuatu darimu lebih dari sekadar teman.

#Dari matanya kamu bisa membaca bahwa dia sedang menanam benih-benih simpatik pada suka, sementara perasaanmu kepadanya hanya biasa saja.
Tidak lebih dari itu.

#
Kamu hanya ingin bertemen sewajarnya.
Kadang disitu aku merasa bingung harus berbuat apa. Saat kamu mulai menjadi seseorang yang memperlihatkan sikap berbeda kepada kebersamaan kita.
Aku tahu, kamu ingin aku menjadi orang yang tidak lagi sekadar temanmu.



#
Sementara, jujur saja, aku sama sekali belum tertarik melanjutkan hubungan kita melebihi sebatas teman belaka.
Bukan karena ada apa-apanya. Namun, karena memang hatiku tidak merasakan rasa yang berbeda.

#
Rasanya sama saja seperti yang lain. Kamu hanya seorang temen bagiku. Tidak lebih dari itu.

Semakin kamu menunjukkan sikap yang berbeda, semakin risih aku rasanya.
Nikmati saja hubungan kita sebagai dua orang yang saling berbagi cerita.

Aku tidak ingin membuatmu terluka dan semua itu hanya membuatku menjadi serba salah.
Membuatku menjadi gelisah  bagaimana cara menghadapimu dan bagaimana mengutarakan ini kepadamu secara halus.


#
Harusnya kamu tahu, satu hal apabila dalam pertemanan mulai memasukkan perasaan, maka akan ada sikap yang kadang menjadi tidak menyenangkan.

Kita tidak bisa selepas dulu, kadang aku menahan diri untuk memberikan perhatian padamu meski sebenarnya itu hanya perhatian sebagai seorang teman biasa.

Kadang aku berpikir, mungkin lebih baik menjauh saja agar tidak semakin lama kamu menyimpan rasa. Agar kamu tidak terluka.
Pada akhirnya, sungguh aku sangat menyayangkan jika kisah kita harus terbuang sia-sia.

#
Jika saja kamu bersikeras menjadikan, sementara aku lebih suka kamu tetap jadi kawan sejalan.

_Boy Candra_


Jakarta, 14 September 2019
07:05 WIB

Lilis Setiani 

Post a Comment

0 Comments