Pernahkah kamu terpengaruh oleh seseorang ?
Pernahkah kamu melihat banyak pembicara melakukan orasi-orasi hebat lalu kamu menjadi seseorang yang terkagum-kagum?
"Wah mereka sangat hebat, bagaimana membiasakannya, gak grogi, lantang dan berbobot".
Cara berbicara dan menerobos pertanyaan-pertanyaan itu, sejenak terbesit di benak anda. Saya pun sama merasakan pengaruh-pengaruh kuat dari orator ulung, motivator panggung, penasehat agung, dan banyak orang yang bisa berbicara lantang teratur tertata dan mudah dipahami orang lain.
Mungkin dari sini saya berpikir bahwa manusia itu diciptakan memang untuk saling mempengaruhi, saling memberikan pengertian, bahwa di dalam pikiran-pikiran, akan terlahir ide-ide yang mungkin bisa menggerakan manusia lainnya untuk bertindak secara sugesti mereka. Semua orang tidak menampik kemungkinan, bisa terpengaruh hanya dengan kata-kata yang dikeluarkan oleh satu orang. Bakal itu dengan kata-kata yang pendeskripsian, percontohan, pengalaman atau dia itulah pencipta kata-kata yang hebat.
Disamping berbicara, cara lainnya melalui tulisan berpetualang dan saya melihat pada sosok yang saya baca dalam buku-buku yang saya temui. Sebagai contohnya sosok penulis bernama Ahmad Rifa'i Rif'an, juga dari Emha Ainun Najib dan dari beberapa tokoh lainnya yang setelah ini karya-karyanya akan sigap saya baca. Dan hebatnya mereka dalam permainan kalimat demi kalimat bisa mempengaruhi banyak orang. Imbasnya, bisa saja baik dan buruk, tergantung bijaksananya pembaca.
Cara penyampaiannya yang ringan, bahasanya yang santai, susunan paragrafnya yang termaknai. Coba bayangkan bagaimana ketika mereka berbicara secara langsung, berdiri di antara speaker-speaker berujung.
Kadang kemampuan berbicara dan mempengaruhi itu suatu bakat atau sudah di persiapkan jauh-jauh hari yah? Seorang guru, seorang ustadz memiliki kemampuan besar pula untuk mempengaruhi. Bahkan bukan hanya sekelompok orang, tapi dunia pun dipenuhi oleh kata-katanya. Seperti Soekarno yang dengan lantang memberikan lantangan kalimat dengan kata-kata "Berikan saya sepuluh pemuda maka akan kuguncangkan dunia". Kalimat yang terkandung deklarasi ini telah dibagikan kepada seluruh manusia, khususnya di Indonesia. Itulah mengapa, satu peluru bisa menembus dada satu manusia. Tetapi satu pena bisa menembus jutaan isi pikiran manusia.
Jakarta, 18 September 2019
08:42 WIB
Lilis Setiani


0 Comments