Dari luar aula, aku liat masih banyak bangku yang masih kosong. Terlihat bangku deretan belakang hamper penuh, sementara bangku deretan depan masih kosong tak berpenghuni. Aku masuk ruangan dan menempatkan diri di depan, deretan bangku nomor dua yang kebetulan baru ditempati satu orang.
Aku duduk disebelahnya, kemudian aku meyapanya. “Hallo, kak” sambil mengulurkan tangan.
“Namanya siapa Kak?” tanyaku
.
“Hallo kak, aku dengan Delva.”
------ " ------
“Aku Lilis.”
Akhirnya, aku dan Delva saling cerita banyak hal. Sosoknya yang ramah dan tidak kehabisan bahan obrolan semakin mencairkan suasana di kesan pertama aku datang ke kampus ini.
“Kak Lilis prodi apa kak?” Tanya Delva.
“Aku system informasi, dari beda kampus . Aku dari UBK Kak. Cikini –Menteng.”
“Maksud kakak, di kampus UMB cabang Menteng yah.?” Tanya Delva lagi.
“Bukan Kak, aku di Universitas Bung Karno, beda kampus. Bukan kampus UMB Menteng hehe.” Sembari tertawa bareng kita mulai bahas apa saja ahar tidak kehilangan tema obrolan.
Setelah aku tau, usia Delva masih 20 tahun, akhirnya aku manggil nama (dia) saja. Tapi dia masih manggil dengan sebutan kakak atau mba. Yah, beda usia heehhe😊. Tapi, walaupun usianya masih 20 tahun, kelahiran 1999. Aku liat dia sudah sangat dewasa dalam bicara dan berpikirnya.
Disela-sela acara yag belum dimulai itu, Delva sempat certa kalau ternyata dia anak rantau juga dari Lampung. Wah sama kita Del, aku juga anak rantau dari Purwokerto. Delva banyak sharing tentang kegiatan kuliahnya di UMB. Iyah, Delva ini kuliah di Universitas Mercu Buana, semester 3 dan kebetulan ambil kelas karyawannya. Dia kuliah sambil kerja juga. Kalau tinggalnya di Tangerang. Tiap ke kampus, selalu bawa motor sendiri. Bagi aku dia ini sangat mandiri dan tentunya enak banget buat diajak diskusi. Supel banget dan gak mendikte orang.
Dari Delva, aku tau banyak tentang Universitas Mercu Buana, walaupun tidak sebanyak info dari kampusnya hehe. Jadi di UMB sudah ada e-learning. Ada mata kuliah wajib yabg harus diambil seperti bahasa inggris, jadi semua mahasiswa wajib menguasai mata kuliah bahasa inggris selain dari mata kuliah jurusan.
Keinginan kuliah dari Delva ini sudah lama bahkan sebelum dirinya lulus SMA. Sebelumnya dia mau lanjut di UIN Lampung, tapi ada kondisi yang kurang mendukung. Sampai akhirnya, Delva merantau ke Tangerang, dan setahun kemudian dia ambil kuliah di UMB ini.
Aku sempat Tanya ke Delva,
“Del, nanti kamu langsung kuliah yah habis acara?”.
“Iyah mba. Kenapa mba?”
Delvi tanya balik.
“Tadinya aku mau keliling kampus, mumpung ada disini.”
Delva langsung kasih balesan,
“Ayok mba, nanti aku anter. Aku kuliahnya nanti jam setengah 3 kok. Kita bisa jalan-jalan dulu, nanti makan saing bareng yah. Setelah itu aku anter keliling kampus.”
“Serius Del, gapapa yah. Nanti kamu buru-buru gak?”
“Santai aja mba, aku juga masuknya sore. Acara selesai jam 12 siang. Nanti kita bisa shalat dan makan dulu mba.” Jawab Delva.
“Wah, siyap Del, terimakasih yah.”
Jawab aku yang sangat senang dapet teman baru sebaik Delva.
Acara utama di mulai, obrolan dengan Delva dijeda. Diawali dengan do’a, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan sambutan demi sambutan disampaikan. Mulai dari
Wakil Rektor UMB,
Wakil Rektor UMB,
Ketua Bem Fasilkom
dan terakhir
ketua penyelenggara (Kak Rusmanda) acara dari Rohis Al Khawismi UMB.
ketua penyelenggara (Kak Rusmanda) acara dari Rohis Al Khawismi UMB.
Berikut rangkuman materi yang dipaparkan oleh narasumber, Bapak Iwan Sumantri (Ketua National Cyber Security Defense (NCSD) dan Kak Alwin Arrasyid (IoT Software Lead PT DycodeX Teknologi Nusantara).




0 Komentar