Subscribe Us

Responsive Advertisement

Advertisement

Gadis Kecil Bernama ZAHRA

Hasil gambar untuk kartun anak sekolah sd berjilbab


Seorang gadis kecil
Telah menulis surat untuk orang tuanya..
Dalam baris-baris sejajar..
Gadis ini melontarkan tinta pena
Diayunkan penuh keseriusan rupa

"Mamah terimakasih, mamah adalah malaikat.."

Begitu ungkapan surat tersebut.

"Kenapa buat mama aja?"
Tanyaku kepada gadis berwajah cantik itu.

Teman-temannya yang duduk di depan Zahra berkata kepada aku,

"Kakak, ayah Zahra sudah meninggal, dia gak kuat kalau harus ceritain rasa sayang ke ayah di surat ini."

🌾🌼🌻🌻🌸
Setelah itu, aku lihat wakah gadis ini sayu, sedih dan mata beningnya berkaca-kaca.
Aku dekati dia, aku usap kepalanya yang mengenakan jilbab biru seragam sekolah.

Gadis ini berucap, "Ayah aku sudah gak ada kak, aku gak bisa ceritain kak."
Sembari menahan tangis, jelas itu tangis kerinduan.

Aku semakin terbawa suasana, berulang kali aku usap kepalanya dan menenangkan suasana hati gadis ini. Aku dudukan kedua kaki ini mendekati Zahra. "Gapapa kok, buat mama aja. Jangan dipaksa yah, nah nanti maju buat bacain suratnya ke depan mau?"

Bujuk ku untuk menghilangkan kesedihannya.


"Mau kak, tapi berdua boleh?"
Melihat tawa manisnya mekar, aku tidak tega menolak permintaan gadis ini. Dan akhirnya, aku berkordinasi dengan team untuk memberikan kesempatan 2 anank lagi buat tampil di depan membacakan surat yang sudah mereka tulis.

Dan Zahra, dia berhasil membacakan surat. Lalu menghampiri aku di barisan belakang. "Kakak, aku dapet hadiah. Ini apa kak?"

Riang wajahnya terpancar jelas. "Itu gamis de, nanti Zahra kasih buat mama yah. Bilang sayang dan peluk mama juga kalau nanti sudah di rumah. Terus surat yang Zahra buat tadi, dikasih ke mama yah."

Gadis ini pun menimpali, " Iyah Kak." Sembari tertawa bahagia.

"Ok, sekarang TOS dulu donk".
Dan sebuah kebanggaan akan keberanian dengan tepuk tangan juga tos adalah keberhasilan buat aku untuk membuat gadis ini tersenyum lebih bahagia.

Hampir saja, aku ikut menangis melihat wajah putihnya memerah saat menceritakaan sang Ayah. Sebuah jabaran tangan dan di ciumnya ke dahi, menjadi akhir dari pertemuan sehari aku dengan Gadis ini.


Jadi anak yang sholehah yah Zahra, terus belajar yang rajin biar bisa menjadi kebanggaan Mama dan Ayah (yang sudah pergi dulu ke surga).



Jakarta, 21 Februari 2020


SD Plus Hnagtuah 5 Event




=========================================================================


Posting Komentar

0 Komentar