Subscribe Us

Advertisement

Mencari pertemanan dalam sebuah Lapangan (Berdebu)


PROLOG

Lapangan menjadi media paling serius untuk bertemu dan berteman
Kita pernah tidak kenal, lalu tak sengaja perpapasan di lapangan..
Memakai seragam olahraga, lalu pura-pura tersandung dan jatuh di depan mata..
Kita adalah sebuah kiasan makna,

Terpilih untuk menjadi dewasa buat adik-adik kelas tercinta
Bukan tanpa sebab..
Kita pernah bercerita, duduk bersandar pada tembok kelas
Memandang lapangan yang terik matahari mulai memanas..

Dulu bukan tentang sekarang,
Dimana, aku sebut net volly ball menjadi rebutan
Aku yang menjadi bahan ejekan dan tertawaan \
Kalian ternyata diam-diam mengharapkan selalu kejadian
Kejadian demi kejadian untuk tetap bersama..

Heran bukan lagi alasan,
Karena lapangan, kita pernah menjadi sosok yang pura-pura dewasa
Padahal, ini akhir paling berani yang pernah di terima
Lontaran perasaan, kejujuran pikiran dan semangat tulus untuk seorang teman

Kita pernah bersama, pernah saling kecewa, saling membuat salah dan saling menyapa dalam doa..

Semoga, kapan pun kita bertemu lagi, lapangan akan tatap ada, dengan rumput hujau yang semakin subur mengembara cerita...

Jadilah, anak-anak yang tegar dan selalu pegang kekuatan dan semangat para kawan.
Kita bertemu nanti lagi di tengah lapang dengan usia yang sudah matang..


Jakarta, 23 Februari 2020
13:34 WIB



Lilis Setiani




=======

Post a Comment

0 Comments