Setelah dirasa semua perlengkapan sudah masuk semua ke tas. Jam 19.15 pada 28 Februari 2020 gua berangkat ke stasiun Jayakarta.
Gua, Indah dan Novi bakal ketemuan di stasiun Kota. Jarak yang lumayan deket dari kos buat kesana, tapi ga bisa jalan kaki juga.
Awalnya agak ragu juga, mau bawa “Tracking Pole” atau gak usah. Agak ribet juga pas nyari space di saku tas. Akhirnya, timbang nanti malah nyesel, ya udah gua bawa aja.
- Perjalanan dari kos ke stasiun Jayakarta biasanya hanya 10 menitan, tapi karena bawaan gua yang bejibun dah kaya mau pindahan, so 20 menitan baru tiba di stasiun.
- Tas yang berat banget, sepatu yang juga lumayan, seperti bawa beban 2x dari berat beban badan. Parahnya, kekuatan otot kaki gua juga di uji pas naik tangga stasiun. Alamak ini udah ngos-ngosan. Stay safe, semua akan baik-baik aja kalau udah pules di bangku kereta.
- Jam 20.20, gua akhirnya sampai di stasiun kota. Stasiun kota itu deket banget jalurnya dari Jayakarta. Sembari nunggu 2 temen gua ini, gua nyari bangu kosong di tengah-tengah kerumunan orang. Untunglah, waktu sudah lumayan malam, jadi para pengguna kereta tidak seramai sore hari (pulang kerja). Jadi gua dapat tempat duduk di posisi tengah, dekat mbak-mbak berkerudung coklat. Tas yang berat ini, gua taroh di bawah bangku dekat kaki biar gak makan tempat juga.
- Agaknya, 2 temen gua ini lumayan lama juga gak sampe-sampe. Gua udah buka-tutup hape sekaligus memastikan posisi mereka. Kayaknya, masih otewe di jalan. Entah jalan mana, gua tetep stay cool. Udah bawa barang seberat ini, jadi harus berkorban banyak. Tentu. 😍😍😍

Hampir ngantuk juga sebenernya, but it’s OK.
Ini udah masuk planning jauh-jauh hari, jadi harus SEMANGAT !!!.
Berkali-kali gua liat jam di hape, makin menunjukan jam 9 malam. Tapi belum ada kabar dari Indah ataupun Novi. Dan...💃💃💃💃
Barulah jam 21.50 matching dengan pendakian, ya sepatu, celana, jaket dan teman-temannya. “Akhirnya, nyampe juga..”.😁😁😁
Ok,
kita bertiga buru-buru, nyari kereta arah Bogor. Dari stasiun kota, kita bakal turun di stasiun Ps. Minggu. Disana sudah ada Irfan. Jadi yang dari Jakarta titik kumpul di Stasiun Ps. Minggu. Baru setelah itu, kita order grab car buat ke terminal kampung rambutan.
Gerbong yang kita pilih masih di gerbong khusus wanita, tadinya mau ke gerbong tengah, tapi dengan kondisi tas yang berat-berat agaknya lumayan menguras tenaga lagi kalau harus menggendongya sampai gerbong tengah. 💭💭💭👳👳👳
Lagian di gerbong wanita, masih lega. Tas-tas kita bertiga, di naikin ke rak kereta sama Novi. Biar gak ganggu pejalan yang lewat dan mau nyari tempat duduk juga kan.
- Selain aman diatas rak, pengguna kereta juga nyaman. Oh iya, pas di kereta ini, gua baru pertama kali kenal sama si Novi. Novi ini temennya Indah, jadi baru banget kita kenalan. Awalnya dia agak pendiem, tapi makin kesini, orangnya seru juga dan rame plus nyambung buat diajak cerita. Please take a moment on the train for us.
#SAMPE DI STASIUN PS. MINGGU

Jam 21.40 kita sampe di stasiun Ps. Minggu.
Cuaca di luar sudah mendung dan bekas gerimis udah tampak di bahu jalan. Biarpun hujan, kita masih tetap semangat buat perjalanan ini.
Harapannya, pas sampai di Garut, udara dan awannya cerah.
Jadi semua keindahan sekelilingnya bisa kita lihat dan kita abadikan. Aamiin
- Tap hijau kartu THB segera diambil dan dipersiapkan masing-masing dari kita buat tap out stasun Pasar Minggu. Irfan yang jarak dari rumah ke stasiun ps.minggu lumayan deket sudah stand by duluan disana. Kita lengkap (4 orang) sudah ready semua.
- Sembari mengecek barang bawaan, gua order grab mobil. Apa-apa yang perlu dibawa Irfan, di prepare secepat mungkin dari Indah ke dia. 15 menit kemudian, mobil yang gua order datang. Kita samperin mobilnya, terus naruh tas-tas di bagasi.
- Dan semua mengatur posisi di dalam mobil. Hujan malam itu, tampaknya membuat kita tidak bisa menahan kantuk. Si Irfan yang duduk di depan bersebelahan dengan drivernya asik ngobrol kesana-kemari. Entah apa yang dibahas, kita bertiga (Indah, Lilis dan Novi), justru tidur.
- Jalanan yang macet plus gerimis jadi makin makan waktu waktu buat sampai di terminal kampung rambutan. Setelah 40 menitan berkeliaran di jalan, akhirnya kita sampai di terminal kp. rambutan.
- Semua barang bawaan dipastikan sudah turun semua dan tidak ada yang tertinggal. Di depan pos polisi, kita nunggu teman-teman Indah lainnya yang juga sedang dalam perjalanan.
- Dan tidak lama setelah itu, sekitar 10 menitan, keluar dari mobil, 2 orang cowok yang lengkap dengan perlengkapan pendakiannya menghampiri Indah.
Iyah mereka adalah orang yang bakalan nemenin kita melakukan pendakian. Masing-masing dari kita berkenalan. Mereka adalah Bang Jes dan Bang Il. Setelah semua dipastikan lengkap (anggota pendakian). Bang Jes dan Indah memesan tiket bus ke terminal Garut.Harga tiket per orang sebesar Rp 55.000. Bang Jes dan Indah kembali menemui rombongan. Lalu membagikan tiket bus, dan kami bergegas mengikuti mereka naik ke bus tujuan.
Hal.3



0 Komentar