Subscribe Us

Responsive Advertisement

Advertisement

Post Utama - Post 1 Pendakian Mt.Cikuray (PART 4)


#SAMPE DI POS UTAMA  POST 1 PENDAKIAN Part 4

Selama perjalanan di pick up ini, ada juga yang bawa motor loh para pendaki lainnya. Terus mereka nitip carrier ke mobil kita. Ini pertama kali gua tau, para pendaki sesolid ini buat saling loyal berbagi tumpangan.


  • Jam 9 pagi kita sampe di pos utama. Sudah banyak pendaki lainnya yang berada disana. Indah, Novi dan gua beberes buat cuci muka dan keperluan lainnya di toilet bawah. Walaupun daerah dataran yang banyak pohon teh, nyatanya air di atas jarang sekali. Jadi berasa liat air kaya liat emas hehe. 😁😁😁😜😜
  • Oh iyah, sebelum naik ke jalur pendakian, sarapan pagi atau isi perut jangan lupa ya gaes. Karena perut kosong kurang baik buat diajak jalan apalgi hati eaaaa.

So, setelah makan cemilan yang Indah bawa, kita berdo’a, lalu memulai pendakian.


#PENDAKIAN POS1

"Dari pos utama menuju pos satu, tanahnya miring banget, tinggi dan licin. Kanan kiri memang pohon teh, tapi ini teteh-teteh pada udah ngos-ngosan. Nafas berasa mau abis. Cuman Indah donk yang masih stay strong. Gua dan Novi dah merinding disko. Keringet mulai suka netes tiba-tiba."
Bagi pemula kaya gua, mungkin struktur tanah yang miring banget, gak ada landainya kaya orang asal marah ke orang, gak permisi dulu. Jadi kaget plus terheran-heran..

Hasil gambar untuk pos 1 cikuray

Jadi pos pertama ini, jadi tantangan paling bekesan buat Novi dan Gua
Lainnya mah masih bisa enjoy. 

Bang Il, selalu di barisan pertama, sementara bang Jes berada di paling belakang. Biar jadi guard kita yang suka ketinggalan. 

Jarak dari pos utama ke pos 1 agak lumayan menghabiskan tenaga. 
Tapi, dari sini gua bisa kenal bang Il, orang pendiem yang susah banget diajak ngomong apalagi bercanda. Gua isengin aja biar cair suasananya. Tapi, masih aja diem dan sesekali jawab seperlunya. Duh ini pendakian emangnya selain menghabiskan tenaga juga bisa menghabisan suara yah? Serius nanya bang heheh.😁😇😇😀😀😂😂

Novi, di barisan belakang masih sama bang Jes. Gua yang deket sama Novi pas pos 1 denger banget nafasnya gak beraturan. Semacam orang kehabisan oksigen, apa mungkin dia kehabisan hati buat di mengerti eaaa.. piss Nov.

😬😬😬💦💦💔💔

Dan apapun yang sudah terlewati, beratnya medan dan kaki buat dibawa lari, kita masih saling menyemangati. Itu inti dari pendaki per pendaki mencari persaudaraan dan jati diri. Dan finally, sampailah kita di pos1. 


  • Kita lepas semua tas dan bawaan lainnya, merilekskan kaki. Disambut para penjaga pos1, kita diberi wejangan atau semacam nasehat jika sudah sampai di perkemahan. Selalu berhati-hati, jaga diri dan sampah harap dibawa turun. 
  • 20 menit waktu yang cukup buat kita mengatur nafas dan kaki. Irfan yang mulai lapar juga mengisi perut dulu dengan bekal yang Indah bawa. 

  • Novi masih menguatkan diri, dan gua juga masih menjaga suhu tubuh. 
  • Hanya Indah, Bang Jes, dan bang Il yang masih jadi orang Jakarta dengan suhu normal seperti  biasa. Kenyatannya, pas perjalan ke pos awan cerah, tapi saat di pos1, tiba-tiba kabut datang. 
  • Bahkan sesekali keadaan sekeliling gelap tertutup kabut tersebut. Gua pun udah merasakan suhu badan kurang bagus. Udah merinding. Padahal jaket udah dipakai.. (Kondisi yang sulit di prediksi)



Hal. 6



Posting Komentar

0 Komentar