Subscribe Us

Responsive Advertisement

Advertisement

Sunter - Penjaringan dalam 2 jam

Jumat, 13 Februari 2026

Berlokasi titik awal keberangkatan dari Sunter jam 17.00 selepas pulang kerja. Melanjutkan transit demi transit kendaraan. Dimulai dari mikrotrans alias Jaklingko.

Tidak seperti biasanya, jaklingko pun menunggu antria jalanan yang dilanca kemacetan, alhasil waktu jadi semakin lama. Dari bus stop yang masih cukup jauh, saya putuskan turun karena kondisi antrian lampu merah di depan stuck tidak jalan sama sekali semua kendaraan. 




Saya halau semua jarak, berlari mengejar busway nomor 12 arah Penjaringan yang sedang menunggu giliran di Halte Danau Agung. Sampai di depan pintu antrian masuk busway, halte nomor 12 ini pun masih harus menunggu busway depan jalan agak bisa tepat posisi antara pintu terbuka dan antrian penumpang yang mau masuk.

Akhirnya saya masuk busway, dan full seat seperti biasa ditambah macet di mana-mana. Bersabar dan bertahan, begitulah motto saya saat melawan kemacetan Jakarta. Sampai tibalah di Halte Jembatan Merah, asa beberapa penumpang turun, kursi kosong pun kini berganti di duduki penumpang lainnya. 

Perjalanan panjang 3 jam inilah dimulai, dari halte ini berlanjut sampao kota dan Penjaringan kemacetan sudah tidak bisa dihindari. Sejengkal demi sejengkal roda busway melaju, menyisakan para penumpang yang padat dan sebagian tertidur pulas karena kecapean atau kelelahan. 



Pun dengan saya, sampai tidur dan terbangun posisi busway masih di jalan raya belum sampai Penjaringan. Banyak galian, pembangunan jalan raya ini lah yang menjadi titik kemacetan mengular. Jalanan berlubang di kota sebesar Jakarta kerap dan masih ditemukan di banyak titik. Sepertinya memang jumlah kendaraan sangat banyak, jalanan makin sempit dan banyak kerusakan fasilitas publik menjadi salah satu pemicu kemacetan di jam-jam sibuk para pekerja berangkat dan pulang.




Baca Juga : 

Posting Komentar

0 Komentar