Subscribe Us

Advertisement

Kenapa Indonesia Menggunakan Stir Mobil sebelah Kanan ? dan Bagaimana Sejarahnya ?


Indonesia menggunakan stir di sebelah kanan (right-hand drive) bukan kebetulan—ini terkait langsung dengan sejarah kolonial dan sistem lalu lintas yang diwariskan.

sumber foto : AI



📜 Pengaruh Sejarah Kolonial

  • Indonesia dulu dijajah oleh Belanda selama ratusan tahun. Pada masa itu, Belanda menerapkan sistem lalu lintas di sebelah kiri jalan. Artinya:
  • Kendaraan berjalan di sisi kiri jalan
  • Posisi pengemudi berada di sebelah kanan (agar lebih dekat ke tengah jalan dan lebih mudah melihat kondisi lalu lintas)
  • Sistem ini kemudian menjadi standar di Hindia Belanda (nama Indonesia saat itu), dan tetap dipertahankan setelah Indonesia merdeka.

🌍 Kenapa Belanda pakai kiri?

  • Menariknya, Belanda sendiri sekarang menggunakan lalu lintas kanan (stir kiri). Tapi dulu, sebelum abad ke-20, beberapa wilayah Eropa (termasuk Belanda pada masa tertentu) sempat menggunakan sistem kiri, atau mengikuti praktik lokal dan pengaruh negara lain seperti Inggris yang konsisten di kiri.

Namun, ketika Belanda beralih ke sistem kanan di negaranya, mereka tidak mengubah sistem di koloninya, termasuk Indonesia.


🚗 Kenapa Tidak Diubah Setelah Merdeka?
Setelah Indonesia merdeka tahun 1945, sistem ini tidak diubah karena:
  • Infrastruktur (jalan, rambu, desain kendaraan) sudah menyesuaikan
  • Biaya perubahan sangat besar
  • Risiko kebingungan dan kecelakaan jika diubah mendadak
Banyak negara lain juga tetap mempertahankan sistem lama karena alasan yang sama, seperti:
  • Jepang
  • Australia
  • Inggris

🧭 Kesimpulan
  • Indonesia pakai stir kanan karena:
  • Warisan sistem lalu lintas dari masa kolonial Belanda
  • Konsistensi dan efisiensi setelah merdeka
~Semoga Bermanfaat~

Baca Juga :


Post a Comment

0 Comments