Jangan Sisakan Rasa, Selain Bersyukur!
Dalam sebuah perjalanan, akan ada yang namanya lelah, sebentar-sebentar istirahat. Minta air minum, ternyata yang bawa tidak ada atau kehabisan di setengah jalan tadi?
Ranting kering yang jatuh jadi pengusik paling asik saat diinjak tidak sengaja. Batu kerikil yang melesatkan sepatu, jadi senar panas di ujung-ujung kuku. Daun yang kering, hampir membusuk jadi obat perindu kalau kita akan merindukan langkah ini dimasa itu.
🏕️🏕️🏕️🏕️🏕️🏕️🏔️🏔️
Berbekal tas, tak sebesar tas gunung pada umumnya, beberapa orang memulai perjalanan. Modal nekad, modal chat semalam, modal deal pagi hari buta, modal pucet, belum makan, mandi jarang, dan uang pas-pasan. Rencana yang tak sematang rencana sesungguhnya. Makan saja sakadar pesan, tanpa dihabiskan. Pada intinya, menemui apa yang ada dibalik tempat tinggi adalah yang melaparkan pikiran.
🏕️🏕️🏕️🏕️🏕️🏕️🏔️🏔️
Sekelompok orang, pada awalnya menyimpan tampungan energi yang berlipat-lipat. Tidak tau oleh sebab terlalu bersemangat atau karena minum yang tidak tepat atau pikiran yang awuran tak di catat dalam beberapa rute yang hampir saja cacat. Alam tau, bahwa perjalanan ini untuk mengetahui sebuah decak indah dibatas atas, dibawah ketinggian tanah berbatas.
Muncullah yang namanya, penyemangat amatir, pendukung puncak sok mahir dan kepuasan sekeliling tanpa akhir. Satu dari sekelompok akan ada yang menyerah (sementara), namun dua, tiga dari sekelompok akan selalu memapah. Berpijak di bumi, bercengkrama dengan dahaga, dan sosok oksigen yang hampir hilang merenggut nyawa tidak akan dibiarkan begitu saja bagi sosok manusia yang memiliki rasa.
🏕️🏕️🏕️MANUSIAWI..🏕️🏕️🏕️
🏕️🏕️🏕️MANUSIAWI..🏕️🏕️🏕️
Sebelum menempuh berliuk-liuk pohon, gundukan tanah licin, atau jatuh di antara semak-semak ilalang, sekelompok mereka telah berdo'a dan berjanji selama belum utuh, jangan kembali. Sampai semua pengalaman adalah milik kita. Jangan ada rasa, selain syukur atas keselamatan dan gagahnya semesta menyambut kita ditebing ujung sana. Satu tahun sudah, sejak rencana tekad di akad.
Thanks for you, all.
Thanks for you, all.
Jakarta, 19 September 2019
13:08 WIB
Lilis Setiani


0 Comments