Shalat sudah, kita makan snack sebentar. Lalu melanjutkan kaki buat pelan-pelan melangkah. POS Bayangan. Bisa dibayangkan apa tidak, entahlah...😯😯😯😱
Jarak dari pos1 ke pos2 saja sejauh ini, lalu dari pos 2 ke pos 3 apa sama??? Tebak-tebakan yang akan terjawab kalau sudah dilalui.
Pendakian dari pos 2 ini sudah bisa menstabilkan kondisi badan Novi. Dia cenderung membaik. Tapi bagaimana kabar gua??
Yah, disini gua drop abis-abisan. Jaket gua basah keringet, suhu badan gua menggigil, haus gak terlalu tapi gua udah kepayahan buat ngayuh kaki. Gua kedinginan yang teramat...
Giliran gua yang tertinggal dan sebentar-sebantar minta rehat. Bahkan, gua beberapa kali bilang “Badan gua gak enak, udah gak kuat.”
Fix ini ucapan para perempuan yang auto lelah dan menahan kelelahan.😱😱😱
Tapi bang Jes dan Irfan sigap selalu menguatkan dan jaga-jaga kalau ada sesuatu hal buruk terjadi.
- Sementara Bang Il, di barisan depan memastikan Indah dan Novi yang ada di belakang. Berulang kali gua minta di gandeng Novi, karena badan gua dah kewalahan. Dan benar saja.
- Saat menemui tanah yang datar (cukup landai), kita rehat sebantar. Gua minta bantuan ke Indah dan Novi keadaan badan gua. Akhirnya, gua lepas jaket yang udah berat karena basah akibat gerimis dna keringat. Gua di pinjemi jaketnya Irfan, kaos tangan Bang Il, dan tas gua dibawa sama Bang Jes.
- Gua udah down banget. Sampe-sampe pas mau melanjutkan pendakian ke pos 3, gua malah muntah di pinggir hutan. Novi sigap membantu gua agar semua mual di perut dikeluarkan. Semuanya agaknya kerepotan dengan keadaan badan gua yang menghawatirkan.
“Kita harus sampe di pos perkemahan sebelum malam. Biar bisa rehat dan buka tenda. Kita gak bisa buat tenda di pos ini, selain jauh dari rombongan, serangan babi juga membahayakan juga tanahnya kurang bagus.” Bang Jes mengingatkan kita semua.
Melihat kondisi gua yang kedinginan, akhirnya mendekati pos 3 bang Jes mengusulkan untuk memasak air hangat untuk menstabilkan suhu badan. Indah dan Bang Il yang sudah di tanjakan atas, akhirnya turun lagi untuk bergabung bersama kita.
- Dengan perbelakan dan susu jahe yang dibawa, kita meminumnya untuk mengisi perut juga. Setelah itu, gua rasa badan lebih baik dari sebelumnya.
20 menit buat nyedu minuman kita rasa cukup untuk melanjutkan lagi pendakian ke pos 3 yang udah di depan mata. Jarak dari pos 2 ke pos 3 lumayan gak terlalu jauh dibandingkan dengan pos1 ke pos2. Akhirnya kita sampai di pos3.
Hal.7





0 Komentar