#POS 4 PENDAKIAN MT.CIKURAY
Waktu semakin sore, dan gerimis makin awet saja. Kita terus mendaki, melangkah setapak demi setapak, melewati semak, kayu belukar dan tanah-tanah yang kurang bersahabat.
- Mantel hujan agaknya bukan lagi penghalang, kita melakukan perjalanan tanpa mantel, setelah sebelumnya gerimis datang, pergi, datang, pergi dan ini merepotkan jika kita harus terus-terusan buka tutup mantel dan belum lagi menaruhnya di tas. Ada yang tetap mengenakan dan ada juga yang tidak.
- Tapi dengan beberapa pertimbangan akhirnya kita mengenakan tanpa dilepas sampai tiba di pos 4. Jarak dari pos3 ke pos4 lumayan lebih sebantar.
“Kemungkinan jarak dari pos4 ke pos5 makin dekat lagi. Bisa di perhitungkan dari sebelumnya. Semoga semakin ke pos 6 lebih pendek lagi jaraknya.” Sahut bang Jes.
Lagi-lagi gua dan Novi selalu yang paling dibelakang. Dan untungnya lagi bang Jes dan Irfan terus mematau kita. Novi lebih banyak diam, gua pun sama.
- Semakin menjelajahi pos ke sekian. Gua udah gak bisa lagi ketawa, bercandan atau bertanya. Kita lebih banyak diam, sambil terus berdo’a. Kata temenku, kalau nanjak jangan lupa dzikir. Dengan tangan yang masuk ke saku jaket, gua terus mengucapkan kalimat-kalimat thayib.
“Dalam pendakian ini, kita tidak mungkin mundur. Tidak mungkin jalan ke belakang. Sudah terlalu jauh kita berada di hutan, Jadi yang perlu kita lakukan adalah konsisten meneruskan perjalanan, sampai kita di pos perkemahan untuk keamanan. Bag Jes lagi-lagi memberikan support buat kita.”
Hal.8




0 Komentar