Subscribe Us

Responsive Advertisement

Advertisement

Post 5 Pendakian Mt. Cikuray (PART 8)



#POS 5 PENDAKIAN MT. CIKURAY 

Suara alam sudah tidak bersahabat, udara tidak lagi hangat. Pos 4 menjadi niat utuh untuk bisa sampai ke pos 5. 

Disana, ada yang mendirikan tenda, katanya mau istirahat sebentar bang. Tapi, bagi bang Jes, apapun yang terjadi, kita harus berada di perkemahan sebelum malam. Itu himbauannya. Gua tertatih-tatih melakukan semua perjalanan. 

Bahkan, gua tidak membawa beban apapun, tapi masih menghela nafas, setiap kaki melangkah lebih tinggi. Novi dan gua jadi dekat karena ketertinggalan barisan. Support dari Irfan dan Bang Jes juga tidak bisa kita lupakan. Dalam kondisi seperti ini, yang paling di utamakan adalah kepedulian, rasa saling mengerti. Dan kalau ada yang bilang, 

“Jika kamu akan tau karakter temanmu yang sesungguhnya, maka ajaklah mendaki gunung.”
Hasil gambar untuk SUSAHNYA PENDAKIAN KE GUNUNG CIKURAY 

Gua sangat setuju buat statatement ini, serius ini bisa dibuktikan. 
Mendaki selain mencari pengalaman juga menguji karakter dan rasa kemanusiaan. Gua yang tadinya optimis bakalan baik-baik saja ternyata meleset tajam. Hanya Indah, perempuan satu-satunya yang masih strong mendaki tanpa kendala apa pun.👍👍👍👍

Tibalah kita di pos 5. Pos 4 ke pos 5 lebih cepat lagi digapai. Semoga pos selanjutnya lebih dekat lagi jaraknya.👀👀👆👻👻

Di pos 5, yang tadinya baik-baik aja, ternyata kembali meruntuhkan tenaga Novi. Dia kembali kehabisan nafas. Disini gua gantian menggandeng Novi. Saling menguatkan. Lempar perasaan letih agar berkurang jadi obat paling manjur sepanjang petualangan.  
  • Bang Il dan Indah sudah tidak keliatan lagi sampai mana, yang ada kini gua, Irfan, Novi dan bang Jes. Sesaat sebelum terdengar suara banyak orang, dan sepertinya itu pos perkemahan. 
  • Semangat kita kembali terkumpul, sampai tiba-tiba gua merasakan perut yang gak enak lagi. Dan gua muntah buat kedua kalinya. Disaat-saat inilah, gua merasakan hidup di hutan tidak mengasikan. 
  • Sampai-sampai gua gak sadar berkaca-kaca karena merasakan badan, perut tidak karuan. Tiba-tiba bang Il teriak dari atas, 
“Ayok, buruan. Diatas sudah pos 6.” 
Mendengar pos 6, pikiran gua jadi kuat. Bahkan dikuat-kuatkan. Novi yang paling belakang pun ikut sekuatnya berjalan. Dan akhirnya, sampai lah kita di pos 6. Pos dimana semua pendaki sudah mendirikan tenda buat bermalam.👋👋👋👻💤

Hal.9


Hasil gambar untuk POS TENDA GUNUNG CIKURAY

Posting Komentar

0 Komentar