Subscribe Us

Responsive Advertisement

Advertisement

Post 6 Pendakian Mt. Cikuray (PART 9)



#POS 6 PENDAKIAN MT. CIKURAY PART 9

Sesampai di pos 6, Indah sudah dalam posisi senderan di saung penjaga area. 
Gua dan Novi terus-terusan saling lempar cerita tadi dibawah. 

  • Dingin cuaca di pos 6 mengakibatkan kita saling membantu menghangatkan. Telapak tangan yang mulai keriput, dan jempol kaki yang mati rasa semua jadi satu. 
  • Sementara Bang Jes, Bang Il dan Irfan membangun tenda. Alhamdulillah kita sampai di pos 6, dan tepat saat adzan maghrib berkumandang. Banyak dari pendaki yang memasak air, bercengkrama di tenda masing-masing. Di temani Bapak tua berkumis, yang merupakan penjaga wilayah para pendaki bermalam, kita saling berbagi kisah juga banyak hal tentang Cikuray ini. Katanya, 
Syukurlah neng udah di atas. Dibawah terlalu bahaya buat bermalam. Pos nya sampai 8, cuman pos 6 disarankan buat bermalam. Pos7 dan 8 sudah tidak memungkinkan karena cuaca yang seperti ini. Saran Bapak, nanti malam kalau habis masak, sampah makanan di gantung dipohon yah. Suka ada Babi berkeliaran apalagi ada bau makanan.”

Hasil gambar untuk POS TENDA GUNUNG CIKURAYItu pesan dari Bapak penjaga pos buat para pendaki. 20 menit kita menumpang  rehat di saung si Bapak, akhirnya Irfan menyuruh seluruh barang bawaan di bawa ke tenda. 

Tenda yang kita buat ada 2, jadi antara laki-laki dan perempuan di pisah. Tapi, rada ngeri juga. Kenapa? Tenda kita dipojok banget. Karena kita sampai atas terakhir kali yah, akhirnya posisi lahan buat bangun tenda sudah adanya di pojokan.
  • Setelah melalui pertimbangan, gua, Indah dan Novi minta agar perempuan menempati tenda nomor 2 dari pojok. Setelah itu, kita semua mengatur semua perlengkapan. Termasuk kita bertiga mengganti pakaian karena basah akibat pendakian sepanjang pos 1 sampai pos6.  Jam 7 malam, dengan di iringi musik di hape, bang Jes dan cowok-cowok lainnya memasak nasi untuk kita. Katanya,

“Sebelum tidur, kalian makan dulu. Biar besok pagi tenaga kekumpul kembali.”


Pokoknya leader banget dah bang Jes, dia mengabaikan dirinya sendiri, padahal dia paling cape bawa bawaan paling banyak. Tas gua, tas Novi diangkut ke badannya semua. Tapi, itulah sikap pendaki yang seharusnya. 

  • Sleeping Bag dari kita sudah ready buat menghangatkan badan. Di luar, hanya segelintir pendaki yang berlalu lalang, lainnya berada di tenda. Novi sudah mengambil posisi tidur duluan, padahal dia belum makan. Bang Jes meminta kita buat makan nasi semua, jangan sampai ada yang nggak. Karena, besok turun dari sini juga perlu  tenaga. 


Mereka (cowok-cowok) masih terjaga belum tidur seperti kita. Tiba-tiba, Novi muntah, keadannya drop. Dia kedinginan. 

Gua kebangun juga saat dia bilang mau muntah. Lalu gua olesi freshcare ke badannya. Sekitar lehernya gua kerik juga takutnya masuk angin. Setelah itu, dia minum obat. 

Dan gua pun minum obat dengan iar panas yang sudah di masak sama anak cowok.

Hasil gambar untuk POS TENDA GUNUNG CIKURAY

Hal.10





Posting Komentar

0 Komentar