Jam 11 malam, kita udah tertidur lelap. Dan tiba-tiba “GUBRAKKK !!!”
Suara teriakan tenda cowok membangunkan gua dan Novi secara bebarengan.
Ternyata di sela-sela antara tenda kita dan mereka, di datangi Babi. Lalu mereka berusaha mengusir si Babi dengan suara. Mereka keluar tenda, memastikan si Babi sudah pergi jauh. Keadaan makin hening, beberapa kali suara dari pendaki lainnya terdengar sama seperti mengusir Babi yang melintas di tenda mereka. Dari kejadian ini, gua sama Novi gak bisa tidur tenang. Cuman Si Indah yang masih bisa pules. Gua sama Novi was-was dan saling menenangkan.Sampai akhirnya, ditengah musik yang masih diputara jam 1 malam. Bang Jes mematikan hape, Bang Il dan Irfan sudah mulai rebahan di bantalan tas masing-masing. Dan lagi..lagi Teriakan lebih keras terdengar..
“WOIII, BABI... CARRIER GUA DIBAWA...BANGUN...TENDA KITA DISERANG BABI”...
Teriakan Irfan yang carriernya dibawa si babi kembali membangunkan Gua, Novi dan Indah.
Bang Jes, Bang Il juga ikut mengejar si Babi. Tas Irfan berhasil di ambil.
Si Babi merobek tenda anak cowok, dari sisi kepala. Untunglah, tidak ada yang terluka. Babinya gede banget gaes, segede tas carrier penuh. Udah gitu banyak yang berkeliaran. Sampai kejadian ini, mereka (anak cowok) gak bisa tidur sampe subuh. Gua dan Novi pun sama. Indah mengingatkan supaya kita tidur jangan ikut begadang, kasihan nanti capek dan turun juga repot. Kasihan anak-anak cowok kalau kita juga gak tidur, gak istirahat. Indah ada benernya, tapi, gua dan Novi gak segampang itu buat tidur dimana kondisi keamanan kita terancam. Kaya hidup di ujung tanduk. Penjaga pos sampai ikut menghampiri pos kita.
”Tenda kita diserang Pa, tadi ada beberapa babi rame-rame berlarian. Untung tidak ada yang kena cakar pa.”
“Cari dahan atau ranting, lalu tanjapkan di sekeliling tenda, biar untuk menangkal kedatangannya lagi,memang sering mas disini. Kemaren 7 tenda di rusaknya.”.Bapak penjaga mengusukan.
Lalu mereka (cowok-cowok) mulai menancapkan ranting pohon sekeliling tenda. Dari kejadian ini, dan kondisi Gua sama Novi, akhirnya diputuskan sama bang JES,
“Besok pagi kita langsung turun aja, gak usah melakukan pendakian malam (jam 3) ke puncak Cikuray. Keadaan kalian tidak memungkinkan dan gak bisa dipaksakan.”
Dari tenda samping terdengar pendaki lain melempar pertanyaan,
“Bang si Babi Ganas nyerang tadi yah. Banyak apa sendirian bang si Babinya?”
“Ada segerombolan, lumayan banyak.”
Bukanny ngasih solusi eh mereka (si tenda lain) malah ngebanyol,
“Iyah bang, abis reunian kayaknya si Babi Bang. Makanya gerombolan.”😂😂😂
Duhhhh, dalam situasi genting kaya gini, mereka masih bisa bercanda yah wkkwkw.. Gua greget sekaligus nahan tawa juga.
- Yah, demi keamanan akhirnya kita putuskan sampai di pos 6 saja. Dan sampai jam 5 pagi anak cowok gak tidur,mereka jaga-jaga kalau ada babi dateng lagi. Jam 3 suara langkah sepatu dari pendaki hilir mudik untuk melakukan pendakian ke puncak menyaksikan sunrice.
- Dan baiklah, ini adalah keputusan terbaik selama pendakian.
Hal.11

0 Komentar