Subscribe Us

Advertisement

Tidur pakai kaos kaki bisa mempengaruhi kualitas tidur, ini penjelasan ilmiahnya

Kita sering melihat di film atau drama korea para pemainnya sering pakai kaos kaki saat menjelang tidur atau di waktu malam. Hal inilah dimana Tubuh bekerja berdasarkan hukum fisika, bukan sekedar sensasi.

sumber gambar : pinterest

Beberapa fakta menarik berikut bisa menjadi jawaban dan pertimbangan bagi kamu untuk bisa menerapkan kebiasaan ini :



1. Mungkin terdengar seperti nasihat nenek — pakai kaus kaki atau nanti masuk angin. 

  • Tapi penelitian dari Universitas Bern, Swiss, menunjukkan bahwa kaki hangat bisa membuat seseorang tertidur 15–20 menit lebih cepat dan meningkatkan kualitas tidur. Ternyata mekanismenya murni fisiologis, bukan psikologis.

2. Agar bisa tidur, suhu tubuh harus turun 1–2 derajat. 

  • Otak membaca penurunan ini sebagai sinyal untuk “mematikan” tubuh. Masalahnya adalah bagaimana tubuh melepas panas — melalui ujung-ujung tubuh. Pembuluh darah di tangan dan kaki melebar, aliran darah meningkat, dan panas keluar. Kalau kaki dingin, pembuluh darah menyempit dan panas tidak bisa dilepaskan.

3. Paradoksnya : untuk menurunkan suhu tubuh, kaki justru harus hangat terlebih dahulu. 

  • Kaus kaki hangat membuat pembuluh darah melebar dan membuka “saluran pelepasan panas.” Panas kemudian keluar dari kaki, suhu inti tubuh turun, dan otak mendapat sinyal: waktunya tidur. Kaki dingin = saluran tertutup = panas tertahan = susah tidur.

4. Penelitian menunjukkan orang dengan kaki dingin rata-rata butuh 25 menit lebih lama untuk tertidur dan fase tidur dalam mereka lebih singkat. 

  • Semua ini karena regulasi suhu tubuh terganggu. Tubuh malah membuang energi untuk menghangatkan kaki daripada masuk ke tidur restoratif.

5. Tidak perlu tidur dengan kaus kaki sepanjang malam. 

  • Cukup pakai sebelum tidur dan lepas setelah tertidur (banyak orang otomatis melakukannya), atau gunakan bantal pemanas kaki selama 20 menit sebelum tidur. Kuncinya adalah melebarkan pembuluh darah dan memicu pelepasan panas. Selebihnya, tubuh akan mengurusnya sendiri.

Sederhana, tapi mekanismenya kompleks di baliknya.

Source by @kesehatan_medis

BACA JUGA :

Post a Comment

0 Comments