Subscribe Us

Responsive Advertisement

Advertisement

Universitas Mercu Buana - Meruya (Kesan Pertama) - PART III😊


-------------------- Sampai ---------------------


Jam setengah 8, aku sampai di pintu masuk kampus UMB. Terpampang jelas tulisan UNIVERSITAS MERCU BUANA di sudut kiri dengan ukuran timbul pada keramik berwarna hitam. Aku mengambil objek tersebut untuk bahan blog nantinya. Aku beranikan diri untuk masuk ke dalam kampus. Dengan berbekal mengikuti orang, yang kemungkinan dia adalah mahasiswa UMB, aku ikut dari belakangnya. Sebuah jalan yang sangat sejuk, di kelilingi pepohonan yang rindang cukup menghilangkan lelahnya perjalanan tadi. Aku naik tangga ke arah gedung sekertariat administrasi. Mau Tanya lokasi pertemuan acara di gedung Rektorat ke petugas, tapi sepanjang aku jalan tidak menemukan salah seorangpun. Sampai akhirnya aku tiba di area parkiran. Dan aku liat petugas sedang berdiri, lalu aku hampiri.


“Mohon maaf pak, gedung rektorat dimana ya?”

Petugas tersebut menunjukan arah dengan dibrengi gerakan tangan. 

“Mba, dari sini lurus kedepan. Nanti ada kantin, belok kanan saja. Terus belok kiri di sekitaran pohon besar, persis di depannya itukah Gedung Rektorat.”

Sambil mengamati tangan yang diarahkan petugas tersebut, aku menghafal setiap rute yang sampaikan. 

“Terimakasih pak untuk infonya”

Aku meninggalkan petugas tersebut, walaupun aku belum paham sekali arah yang ditunjukan Bapak tersebut. Aku berjalan menuju kantin, dari jauh terlihat mahasiswa UMB berlalu lalang, dan sesekali ada yang sedang makan. Karena lokasi kantin terletak di tengah jalan perlintasan mondar-mandir para mahasiswa. Belum puas sampai disitu. Aku Tanya petugas yang sedang duduk di depan ruang. Entah itu ruang kelas atau ruang apa, aku juga tidak paham.


“Permisi Pak, maaf kalau gedung rektorat dimana ya Pak”?

Si Bapak petugas yang terlihat seperti security ini lantas berdiri dan memberikan instruksi untuk naik tangga, lalu belok ke kanan nanti gedung ada didepannya, sama persis seperti arahan Bapak pertama tadi. Lalu aku meninggalkan kalimat terimakasih dan berjalan lagi. Aku ikuti petunjuk Bapak tadi, lalu aku dapati banyak gedung.

“Waduh, gedung yang mana ini?”

Masih dalam kebingungan, aku mundur sedikir dan duduk sebentar. Banyak mobil terpakir, banyak mahasiswa datang dari arah depan menuju kelas. Sedikit gambaran, aku melihat ruang kelas yang begitu ramai, sekitar 4 lantai. Karena hari sabtu, jadi mahasiswa karyawan sedang ambil alih untuk mengemban kuliah.

Kebetulan, ada mahasiwa yang lewat. Aku inisiatif tanya lagi. Di lihat dari mukanya baik dan ramah.
“Kak maaf”
“Iyah”. Jawab kakak tersebut. Yang aku hentikan ketika sedang berjalan hampir sejajar melewati posisi dimana aku duduk.

“Gedung rektorat dimana ya Kak?”

Kakak berkacamata dan mengenakan kemeja ini dengan sangat ramah membantu memberitahu.
“Owh gedung rektorat, itu didepan kamu persis, sambil memutar badannya. Nanti kamu ke masuk aja ke gedung yang depannya ada parkir mobil warna putih. Persis yang aku kasih unjuk ini.” 

Kakak tersebut menunjukan dengan sangat tepat dimana posisi berdiri dan gedung rektorat yang dimaksud.

“Terimaksih Kak, jadi masuk aja langsung ke gedung itu ya kak”.


“Iyah betul, sama-sama”

Lantas aku langsung menuju gedung, dan biar tepat gak salah alamat. Ketika di depan pintu, aku tanya petugas lagi yang dari peralatannya seperti mau menyirami tanaman.

“Mas, gedung rektorat betul yang ini yah?”


“Iyah mba.”
Aku lanjut bertanya, “Kalau acara Fasilkom di lantai berapa ?”

“Lantai 2, dari sini naik aja mba.” Jawabnya dengan buru-buru.

Setelah meninggalkan kalimat terimakasih ke masnya, kau naik ke lantai 2. Dan benar saja , disana sudah antre mahasiswa yang mau masuk area utama. Aku pun mengikuti antrean.




10 menitan, aku menunggu sampai tiba di meja registrasi. Aku cari nama “Lilis Setiani” dan segera aku isi tanda tangan kehadiran. Sambil menunggu untuk masuk, aku amati sekitaran kampus. Riuh suara mahasiswa seperti menyiratkan semangat pagi. Ditambah lagi dengan snack, sticker dan pin manis untuk kenangan ini.

Lilis Setiani (00:03 WIB)
1 Oktober 2019



Lanjut ke Halaman 4

Posting Komentar

0 Komentar