Glikoalkaloid
pada kentang adalah senyawa alami yang terdapat dalam kentang, terutama pada bagian kulit, tunas, dan kentang yang berwarna kehijauan.
Secara sederhana :
- Gliko = berkaitan dengan gula
- Alkaloid = senyawa kimia alami yang bisa memiliki efek biologis (kadang beracun)
Jadi, glikoalkaloid adalah senyawa kimia alami pada kentang yang mengandung komponen gula dan memiliki sifat pertahanan terhadap hama.
Jenis utama pada kentang yang paling umum:
- Solanin
- Chaconin
Adapun Fungsi Glikoalkaloid pada kentang :
- Melindungi kentang dari serangga dan penyakit
- Bertindak sebagai “racun alami” bagi hama
- Dampak bagi manusia
Kadar glikoalkaloid yang tinggi bersifat toksik bagi manusia. Gejala akut, yang umumnya terjadi 30 menit hingga 12 jam setelah tertelan, meliputi
- Rasa pahit pada kentang
- Mual, muntah, sakit perut
- Dalam kasus berat bisa mengganggu saraf
Ciri kentang tinggi glikoalkaloid
- Warna hijau pada kulit
- Ada tunas (mata kentang tumbuh)
- Rasa pahit
Cara aman mengonsumsi
- Kupas kulit kentang
- Buang bagian yang hijau atau bertunas
- Jangan makan kentang yang pahit
Singkatnya, glikoalkaloid adalah zat alami pelindung pada kentang, tetapi bisa berbahaya jika dikonsumsi dalam jumlah tinggi.
Cara Pencegahan: Simpan kentang di tempat gelap, sejuk, dan kering.
BACA JUGA :
- 14 Manfaat Jahe yang Bakal Bikin Badan Lebih Sehat #PART 1 (No.13 Paling Dicari ~!!)
- JAHE (Si Pedas yang Kaya Akan Manfaat Untuk Kesehatan)
- Ternyata ini loh urutan makan yang benar! 😱
- Hal-Hal yang Harus Dihindari Saat Masuk Usia 30-an

0 Comments