Ada Banyak Keluh Tentang Negeri, Tapi Sedikit Luka Tidak Akan Membenci

Subscribe Us

Advertisement

Ada Banyak Keluh Tentang Negeri, Tapi Sedikit Luka Tidak Akan Membenci

 

sumber gambar : dok pribadi


Keluhkuh, Peluhmu

Tahun 2026 ini menjadi tahun terburuk sepanjang seseorang menjabat menjadi pemimpin. Banyak kasus terungkat dan tidak sedikit pula yang bikin geleng-geleng kepala, saking seringnya geleng-geleng mungkin kram leher udah biasa. Luh bayaring aja, para pejabat tiap harinya diberitakan ada yang tertangkap karena kasus korupsi.

Seakan negeri ini dihidupi oleh para koruptor yang memandang enteng sebuah "perambokan asset negara" untuk memperkaya diri. Belum lama terjadi oplos mengoplos BBM yang melibatkan perusahaan monopi terbesar sekelas Pertamin dengna kerugian mencapai nol yang tidak bisa di ketik dengan keyboard gw yang lucu ini. Eh bulan ini kembali lagi ada penggelapan dana MBG.

Kalian tau MGB, program yang sangat dibanggakan namun banyak terjadi insiden di dalamnya pada tahap awal implementasinya sebut saja makanan bergizi tapi terkadang sudah basi, buah membusuk, makanan tidak layak konsumsi atau keracunan bahkan ada saja kejadian tidak bisa di atur ulang seperti mobil petugas yang menubruk siswi sekolah dasar. Memang tidak keseluruhan, ini hanya lah sample yang tersiar ke masyarakat, tapi bukankah untuk menilai sebuah program pemerintah itu sukses atau tidaknya memang berdasarkan dari setitik sample yang dirasakan ya ?

Eh eh tapi rupanya para penguasa enggan menerima kritikan tajam. Ah iya saya menyebutnya penguasa, karena jika jiwa pemimpin maka dengan lapang dada siap menerima segala peluru. Tapi penguasa akan selalu memiliki jiwa ingin mengusai dan tunduk patuh pada perintah.


Gak habis pikir sih, aliansi seluruh mahasiswa juga sudah bergerak untuk menyuarakan aspirasi mereka. Membawa perubahan, mengriktik habis demokrasi yang didzolimi ini. 

Rasanya alam saja yang kami cintai untuk sekadar liburan dari kerja rodi, pun tidak luput dari amukan penguasa. Semua tidak lagi sama, hanya cerita dan amarah yang tidak pernah di terima mereka. Hanya projekan dan berbenah untuk kemajuan ekonomi begitu pidato para penguasa tersiap ke media-media. Menutup luka menggores kembali tangisan yang lama terkubur, kini mulai diperciki kembali dengan ketidakpercayaan akan amanah pejabat negara. 

Memuakan sekali, tapi sekali lagi negeri kami ini didapat dari perjuangan yang tidak sedikit, ada banyak pahlawan dan kakek nenek moyang yang habis-habisan melawan para penjajah maka akan kami doakan dan perjuangkan selalu walaupun sampai habis suara tekad kami akan tetap sama.


Post a Comment

0 Comments