Teknik Pomodoro adalah metode manajemen waktu yang sangat populer untuk meningkatkan fokus dan produktivitas dengan membagi waktu kerja menjadi interval pendek yang diukur .
Teknik Pomodoro® ditemukan pada awal 1990-an oleh Francesco Cirillo, seorang developer dan pengusaha. Teknik ini mendapatkan nama yang menarik untuk menghormati timer berbentuk tomat (“Pomodoro” artinya: “tomat” dalam bahasa Italia) yang digunakan Cirillo untuk melacak interval 25 menit dari waktu kerja terfokusnya.
![]() |
| sumber gambar : jatengtoday.com |
Proses Pomodoro :
- Pilih tugas untuk dikerjakan.
- Atur timer selama 25 menit.
- Bekerja sampai timer habis (berbunyi). Tandai dan catat perkembangan pekerjaanmu.
- Istirahat 5 menit.
- Setiap 4 “pomodoro”, atau interval 25 menit, istirahat lebih lama (dari 5 ke 10 ke 15 sampai 20 menit).
Contohnya seperti ini :
1. Pilih tugas yang mau kamu kerjakan, misal : Mengerjakan Skripsi Bab 1.
- Tugas jelas yaitu BAB 1 Skripis, tujuan harus selesai dalam teknik Pomodoro. (Hasil bisa dilihat nanti setelah waktu habis)
2. Tentukan Step by Stepnya
- Pilih prioritas paling utama, misal saya mau membaca referensi journal, atau membuat garis besar per sub judul di BAB 1.
3. Setel Timer Selama 25 Menit
- Komitmen itu sangat penting dan bersifat darurat untuk tetap fokus “Saya akan pakai 25 menit ke depan untuk selesaikan pekerjaan ini.”
4. Timer habis dan Break
- Setelah 25 menit dalam lingkaran fokus, maka kamu bisa beristirahat. Mau hasilnya sudah selesai atau belum sekalipun kamu harus break. Ambil waktu break selama 5 menit pertama.
Lalu lanjutkan pekerjaan 25 menit dalam mode fokus, dan break kembali dengan waktu 10 menit dan seterusnya. Jadi waktu break kamu setelah terulangi timer fokus akan meningkat dari yang 5 menit pertama lalu 10 menit, 15 menit dan seterusnay.

sumber gambar : Facebook/InterStudi
Kenapa kita perlu beristirahat saat sedang fokus di 25 menit urgensi ini ?

Menurut penelitian, 80% hasil pekerjaan kita terjadi pada 20% pengerjaan awal. Break (istirahat sebentar) membuat kita “memulai kembali” dengan 20% untuk dapat hasil 80%. Break membuat kita mengingat, apa yang telah kita kerjakan. Break bisa untuk review, evaluasi, atau membayangkan “Setelah ini apa?”. Break memberikan kesadaran “Saya telah sampai di tahapan ini..”.
Gunakan 5 menit ini dengan memberikan reward kecil kepada diri sendiri, misalnya: putar 1 lagu kesukaanmu.
Berikut ada beberapa teknik lain yang memiliki pendekatan serupa dengan Pomodoro dalam hal manajemen waktu dan fokus :

0 Komentar